Penguatan USD Tekan Harga Emas Dunia
Ilustrasi (FOTO: AFP)
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir di tingkat terendah dua bulan pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu karena dolar Amerika Serikat (USD) menguat dan imbal hasil surat utang negara AS naik sehari menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.

Mengutip Antara, Rabu, 2 Mei 2018, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun USD12,4 atau 0,94 persen menjadi ditutup di USD1.306,8 per ounce. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,66 persen menjadi 92,451 pada pukul 20.00 GMT.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil surat utang negara AS juga naik, dengan imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun naik tiga basis poin pada 2,963 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang lebih tinggi berarti pelemahan bagi emas, karena emas seperti juga komoditas-komoditas lainnya tidak menawarkan imbal hasil.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun sebanyak 27,4 sen AS atau 1,67 persen, menjadi menetap di USD16,127 per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli turun sebanyak USD10,2 atau 1,13 persen, menjadi ditutup pada USD894,2 per ounce.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 64,10 poin atau 0,27 persen, menjadi berakhir di 24.099,05 poin. Indeks S&P 500 naik 6,75 poin atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 2.654,80 poin. Indeks komposit Nasdaq berakhir meningkat 64,44 poin atau 0,91 persen, menjadi 7.130,70 poin.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id