USD Dilanda Tekanan di Tengah Penguatan Euro
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Pelemahan itu terjadi karena euro meningkat lebih lanjut untuk sesi keempat berturut-turut, menyusul berita bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengurangi stimulus moneter tahun ini.

Mengutip Antara, Jumat, 8 Juni 2018, pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1808 dari USD1,1769 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3426 dari USD1,3410 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7620 dari USD0,7663.

Sedangkan USD dibeli 109,73 yen Jepang, lebih rendah dari 110,19 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD S turun menjadi 0,9803 franc Swiss dari 0,9859 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2979 dolar Kanada dari 1,2950 dolar Kanada



Kepala ekonom ECB Peter Praet mengatakan bank sentral akan membahas apakah akan melonggarkan pembelian obligasi secara bertahap dalam pertemuan kebijakan 14 Juni atau tidak. Tentunya langkah ini sejalan dengan kebijakan moneter yang diambil guna mendukung perekonomian.

Kata-katanya diulang oleh beberapa pejabat ECB lainnya. Presiden Bank Sentral Belanda Klaas Knot mengatakan tidak ada alasan untuk melanjutkan program pelonggaran kuantitatif. Sedangkan Kepala Bank Sentral Jerman Jens Weidmann juga mengatakan bahwa harapan ECB akan mengurangi program pembelian obligasi pada tahun ini adalah masuk akal.

Mata uang bersama naik 0,25 persen terhadap USD di akhir perdagangan, di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan terbesar terhadap USD sejak pertengahan Februari. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,22 persen menjadi 93,408 pada akhir perdagangan.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id