Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)
Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

Dolar AS Terus Terjun Bebas

Ekonomi dolar as
08 Januari 2019 09:46
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) memperpanjang pelemahan pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu lantaran investor mata uang berspekulasi bahwa kenaikan suku bunga akan melambat tahun ini setelah pernyataan dovish ketua Federal Reserve AS minggu lalu.
 
Mengutip Antara, Selasa, 8 Januari 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,54 persen menjadi 95,6675 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1478 dari USD1,1398 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2769 dari USD1,2740 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,7142 dibandingkan dengan USD0,7116. Dolar AS dibeli 108,60 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,52 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9794 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9864 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3296 dolar Kanada dari 1,3394 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasar valuta asing global menjalani hari pertama minggu ini dengan perdagangan yang tidak menentu, karena kenaikan suku bunga lebih sedikit di tahun ini akan menyebabkan lebih banyak uang panas atau hot money mengalir di pasar.
 
Ini akan memangkas keunggulan komparatif greenback terhadap mata uang utama lainnya, terutama yang memiliki fungsi sebagai mata uang safe haven seperti franc Swiss. Dolar AS kehilangan 0,7 persen terhadap franc Swiss pada Senin 7 Januari.
 
Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa tidak ada jalur yang telah ditentukan untuk penaikan suku bunga serta the Fed akan bersabar dan mengawasi suara-suara pasar keuangan. Dan khususnya dengan angka inflasi yang diredam itu telah dilihat, the Fed akan bersabar ketika kita memantau untuk melihat bagaimana ekonomi berkembang
 
"Seperti biasa, tidak ada jalur yang ditetapkan untuk kebijakan," kata Powell, bersama dengan pendahulunya Janet Yellen dan Ben Bernanke pada pertemuan tahunan American Economic Association di Atlanta.
 
Dia menambahkan bahwa bank sentral AS tidak akan ragu untuk menyesuaikan rencana pengurangan neraca, jika itu menyebabkan masalah di pasar. Itu berarti mengubah program pembelian obligasi besar-besaran yang awalnya dilaksanakan pada akhir 2008 untuk menyelamatkan sistem keuangan AS yang jatuh.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi