Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Saudi Terus Jaga Stabilitas Riyal

23 Oktober 2018 13:02 WIB
arab saudi
Saudi Terus Jaga Stabilitas Riyal
Ilustrasi (AFP/OZAN KOSE)
Dubai: Gubernur bank sentral Arab Saudi Ahmed al-Kholifey mengungkapkan kebijakan moneter Arab Saudi adalah menjaga stabilitas nilai tukar (kurs) riyal. Stabilitas menjadi penting karena berkaitan erat dengan upaya Arab Saudi memacu pertumbuhan ekonomi.

Riyal dipatok pada posisi 3,75 terhadap dolar Amerika Serikat (USD), tetapi mata uang Arab Saudi telah berada di bawah tekanan sebagai akibat dari pembunuhan Jamal Khashoggi, seorang jurnalis yang menentang kebijakan-kebijakan kerajaan.

"Peningkatan suku bunga Amerika Serikat biasanya membutuhkan kenaikan suku bunga lokal atau jika nilai tukar menjadi tidak stabil," kata Kholifey, dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 23 Oktober 2018.

"Kebijakan moneter kerajaan adalah untuk menjaga stabilitas nilai tukar guna menstabilkan harga," tambahnya.

Riyadh awalnya membantah mengetahui nasib Khashoggi sebelum mengatakan dia tewas dalam perkelahian di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, sebuah reaksi disambut dengan skeptis oleh beberapa pemerintah Barat, mengganggu hubungan dengan pengekspor minyak terbesar dunia itu.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id