NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Pasar Saham AS Masih 'Hanyut' di Zona Merah

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 28 Februari 2020 07:18
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tajam pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor meninggalkan pasar saham dan berbondong-bondong ke aset safe-haven. Di sisi lain, virus korona masih menjadi ketakutan di global yang imbasnya turut menekan gerak pasar saham.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 28 Februari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 1.190,95 poin atau 4,42 persen menjadi 25.766,64. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 137,63 poin atau 4,42 persen menjadi 2.978,76. Indeks Komposit Nasdaq turun 414,30 poin atau 4,61 persen menjadi 8.566,48.
 
Ketiga indeks utama jatuh ke wilayah koreksi. Sebagian besar dari 30 perusahaan komponen Dow Jones ditutup di wilayah merah, dengan Microsoft dan Dow masing-masing turun sebanyak 7,05 persen dan 6,61 persen. Beberapa nama besar lainnya, seperti Apple, Intel dan Exxon Mobil, turun lebih dari enam persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semua dari 11 sektor S&P 500 utama ditutup lebih rendah. Real estat dan energi turun masing-masing 5,59 persen dan 5,47 persen, dua penghambat teratas. Indeks Volatilitas Cboe, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, melonjak 42,09 persen menjadi 39,16.
 
Investor yang melarikan diri dari risiko membuang saham-saham, dengan indeks utama Wall Street anjlok untuk sesi keenam beruntun, sementara imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat mencapai rekor terendah.
 
“Tidak ada yang tahu apa dampak (dari Virus korona) nantinya. Ini jelas mengurangi kegiatan ekonomi di banyak bagian dunia," kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.
 
Sebagai tanggapan, bank-bank sentral global akan lebih cenderung mengakomodasi hal-hal dengan suku bunga yang lebih rendah dan meningkatkan pembelian obligasi untuk meningkatkan likuiditas. Mereka akan melakukan apa pun yang mereka butuhkan untuk meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh ini.
 
Pasar uang sekarang menetapkan perkiraan pemotongan penuh satu 25 basis poin dalam suku bunga bank sentral AS pada April dan tiga pada Maret 2021. Bank-bank sentral utama lainnya juga diperkirakan akan memangkas suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi potensi kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
 
Infeksi virus korona baru di seluruh dunia dalam 24 jam terakhir melampaui infeksi di daratan Tiongkok, untuk pertama kalinya. Vaksin dapat memakan waktu hingga 18 bulan untuk berkembang. Pada Kamis waktu setempat, Tiongkok melaporkan peningkatan kasus virus baru pada 26 Februari dari hari sebelumnya.

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif