Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Dunia Surut

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 18 September 2019 08:02
New York: Harga minyak dunia turun pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) setelah laporan menunjukkan bahwa Arab Saudi akan segera mengembalikan produksinya. Langkah itu dilakukan usai fasilitas utama minyak Arab Saudi diserang oleh pesawat tak berawak dan membebani produksinya pada pekan lalu.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 18 September 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober turun USD3,56 menjadi USD59,34 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun USD4,47 menjadi USD64,55 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman mengatakan pasokan minyak akan sepenuhnya pulih pada akhir September setelah serangan terhadap fasilitas minyak utama negara itu selama akhir pekan mengganggu produksinya, sebuah laporan berita dari CNBC mengatakan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serangan pesawat tak berawak dilaporkan terjadi pada Sabtu dini hari waktu setempat (Minggu WIB), dengan beberapa ledakan terjadi di pabrik Aramco di bagian timur negara itu, yang mengakibatkan kebakaran yang kemudian berhasil dikendalikan. Menurut perkiraan awal, ledakan itu menghancurkan 5,7 juta barel produksi minyak mentah harian.
 
Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat berakhir dengan kenaikan moderat pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), di tengah pertemuan Federal Reserve membahas kebijakan moneter utama dan sejumlah rilis data ekonomi. Di sisi lain, perang dagang yang masih berlangsung terus memberikan tekanan tersendiri.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 33,98 poin atau 0,13 persen menjadi 27.110,80. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 7,74 poin atau 0,26 persen menjadi 3.005,70. Indeks Komposit Nasdaq naik 32,47 poin, atau 0,40 persen, menjadi 8.186,02.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan real estat dan utilitas masing-masing naik sebanyak 1,4 persen dan 0,89 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan saham energi turun 1,52 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
 
Pertemuan kebijakan moneter the Fed pada September dimulai Selasa waktu setempat (Rabu WIB) dan bank sentral diperkirakan mengumumkan keputusan terbaru tentang suku bunga pada Rabu sore waktu setempat (Kamis WIB). Pelaku pasar bertaruh tinggi bahwa suku bunga acuan akan diturunkan oleh bank sentra AS.
 
"Pemotongan suku bunga yang kami harapkan pada kuartal keempat mencerminkan keyakinan kami lapangan kerja akan terus melambat, konsumsi juga memudar dan arus lintas global akan terus berlanjut," kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif