Ketua Federal Reserve Jerome Powell. FOTO: AFP
Ketua Federal Reserve Jerome Powell. FOTO: AFP

Syarat Fed Pangkas Suku Bunga AS Lebih Besar

Ekonomi the fed
Angga Bratadharma • 21 September 2019 20:01
New York: Ketua Federal Reserve Jerome Powell berjanji bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga acuan lebih besar jika kondisinya mendukung, dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi dan menekan sejumlah risiko yang bisa muncul kapan saja. Namun demikian, Powell mengaku hal tersebut tidak terlihat sekarang ini.
 
Powell mengaku data perekonomian akan menentukan pergerakan suku bunga acuan di masa depan. Pada konteks ini, Powell dan rekan-rekannya siap bertindak untuk menjaga ekspansi tetap berjalan. "Jika ekonomi memang menurun maka urutan penurunan suku bunga yang lebih luas akan sesuai," kata Powell.
 
"Tapi kami tidak melihatnya (sekarang ini untuk memangkas suku bunga acuan lebih besar). Bukan itu yang kami harapkan," ungkap Powell, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 21 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fed telah memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin meski penilaian ekonominya sedikit berubah. Pernyataan yang mengumumkan langkah tersebut menyajikan bahasa yang hampir sama saat pemotongan suku bunga acuan di Juli, membenarkan pelonggaran sebagai respons terhadap melemahnya ekonomi global dan inflasi yang rendah.
 
"Anggota Komite Pasar Terbuka Federal umumnya melihat ekonomi berjalan kuat. Kami membuat satu keputusan. Dan keputusan itu adalah untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan seperempat poin. Kami percaya bahwa tindakan sudah sesuai untuk mempromosikan tujuan kami," kata Powell.
 
Sebelumnya, Federal Reserve AS atau bank sentral AS memutuskan untuk menurunkan suku bunga sebanyak 25 basis poin di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan dan perlambatan ekonomi global. Langkah itu menyusul penurunan suku bunga acuan pada Juli yang pertama dalam lebih dari satu dasawarsa.
 
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target untuk suku bunga acuan dana federal (federal funds rate) sebesar 25 basis poin menjadi ke kisaran 1,75 persen hingga 2,00 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar.
 
"Meskipun pasar tenaga kerja kuat dan pertumbuhan yang kuat dalam pengeluaran rumah tangga, investasi tetap bisnis dan ekspor telah melemah. Pada basis 12 bulan, inflasi keseluruhan dan inflasi untuk barang-barang selain makanan dan energi berjalan di bawah target inflasi bank sentral sebesar dua persen," kata FOMC dalam sebuah pernyataan.
 
Memperhatikan bahwa kebijakan perdagangan membebani prospek pertumbuhan, Ketua the Fed Jerome Powell mengatakan pada konferensi bahwa kebijakan moneter dapat mengatasi kelemahan sampai batas tertentu, tetapi ada sebagian dari kondisi tersebut ini yang the Fed benar-benar tidak bisa atasi.
 
"Kita perlu melihat melalui situasi yang cukup fluktuatif. Itu berarti, tidak bereaksi berlebihan dengan cepat, itu berarti tidak bereaksi terlalu rendah. Itu lah yang kami coba lakukan," pungkas Powell.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif