USD Menghijau di Tengah Kecemasan Pasar
Ilustrasi (TED ALJIBE/AFP)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), ketika gejolak ekonomi Turki terus menekan euro melemah. Ada harapan agar kondisi ini tidak terus terjadi dalam rangka mengakselerasi perbaikan ekonomi dunia.

Mengutip Antara, Rabu, 15 Agustus 2018, indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,35 persen menjadi 96,738 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1338 dari USD1,1392 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2711 dari USD1,2751 di sesi sebelumnya.

Sedangkan dolar Australia turun menjadi USD0,7234 dibandingkan dengan USD0,7260. Kemudian USD dibeli 111,20 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 110,67 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Lalu, USD meningkat menjadi 0,9945 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9936 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3084 dolar Kanada dari 1,3142 dolar Kanada.

Kecemasan pasar tentang eksposur bank-bank Eropa ke Turki telah memukul keras euro, yang jatuh ke posisi terendah dalam 13 bulan terhadap USD pada Selasa waktu setempat. Namun demikian, mata uang lira Turki berbalik naik sebanyak 6,7 persen terhadap greenback pada Selasa 14 Agustus, setelah merosot ke titik terendah sepanjang masa di 7,24.



Menurut perusahaan data AS FactSet, lira telah turun lebih dari 40 persen terhadap USD sepanjang tahun ini, termasuk hampir 25 persen pada Agustus saja. Kondisi ini diperparah dengan memanasnya hubungan antara Turki dengan Amerika Serikat, terlebih ketika Donald Trump menggandakan tarif.

Di sisi lain, kontrak minyak berjangka memperpanjang kerugian mereka dalam perdagangan usai penyelesaian, setelah data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS secara tak terduga naik 3,7 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi para analis untuk penurunan 2,5 juta barel.

Pada awal sesi, harga minyak naik didukung oleh keuntungan di pasar ekuitas, tetapi memangkas kenaikannya di tengah hari, karena indeks USD menyentuh posisi tertingginya sejak akhir Juni 2017. USD yang lebih kuat membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id