Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Pertumbuhan Negara Berkembang Diprediksi Turun ke Level Terendah

Ekonomi bank dunia ekonomi global
Ade Hapsari Lestarini • 05 Juni 2019 10:26
Washington: Bank Dunia berharap pertumbuhan di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang akan stabil pada tahun depan, karena beberapa negara telah dapat mengatasi tekanan keuangan di negaranya.
 
Namun demikian, Bank Dunia mengatakan momentum ekonomi negara berkembang masih tetap lemah. Demikian mengutip laporan Prospek Ekonomi Global yang dikeluarkan Bank Dunia, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu, 5 Juni 2019.
 
Pertumbuhan ekonomi di antara negara berkembang ini diproyeksikan akan turun ke level terendah dalam empat tahun atau sebesar empat persen pada 2019. Namun demikian pertumbuhan diperkirakan akan pulih ke level 4,6 persen pada 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini sebagian dikarenakan adanya dampak tekanan finansial dan ketidakpastian politik di negara-negara berkembang," kata Presiden Bank Dunia David Malpass dalam telekonferensinya kepada wartawan.
 
Pertumbuhan ekonomi yang muncul dan berkembang tertahan oleh investasi yang lesu, dan cenderung ke bawah. Risiko-risiko ini termasuk meningkatnya hambatan perdagangan, tekanan keuangan baru, dan perlambatan yang lebih tajam dari yang diperkirakan di beberapa ekonomi utama.
 
Hal ini tertuang dalam laporan Bank Dunia yang dipublikasikan Juni 2019 mengenai Prospek Ekonomi Global: Ketegangan Tinggi, Ketegangan Meningkat, Investasi Tenang. Masalah struktural yang salah alokasi atau menghambat investasi, juga membebani prospek pertumbuhan ekonomi.
 
Pertumbuhan ekonomi yang kuat sangat penting untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan standar kehidupan.Momentum ekonomi saat ini masih lemah, sementara tingkat utang yang tinggi dan pertumbuhan investasi yang lemah di negara-negara berkembang menghambat negara-negara untuk mencapai potensi mereka.
 
"Ini sangat mendesak bagi negara-negara untuk melakukan reformasi struktural yang signifikan, yang meningkatkan iklim bisnis dan menarik investasi. Mereka juga perlu menjadikan pengelolaan utang dan transparansi sebagai prioritas tinggi sehingga utang baru menambah pertumbuhan dan investasi," pungkasnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif