Ilustrasi. AFP PHOTO/ODD ANDERSEN
Ilustrasi. AFP PHOTO/ODD ANDERSEN

Indeks Acuan Saham Inggris Tumbang

Ekonomi bursa saham ekonomi inggris
Antara • 04 Desember 2019 09:49
London: Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London melemah 1,75 persen atau 127,18 poin, menjadi 7.158,76 poin.
 
Mengutip Antara, Rabu, 4 Desember 2019, Evraz, perusahaan pembuat dan pertambangan baja multinasional terintegrasi secara vertikal, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 7,42 persen.
 
Diikuti oleh saham perusahaan perhotelan internasional InterContinental Hotels Group yang jatuh 3,93 persen, serta perusahaan operator kapal pesiar Inggris-Amerika Carnival turun 3,84 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Fresnillo, sebuah perusahaan pertambangan logam mulia berbasis di Meksiko meningkat 1,96 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.
 
Disusul oleh saham perusahaan pertambangan logam mulia Polymetal International yang menguat 1,84 persen, serta perusahaan pengembang dan investasi properti terbesar Inggris British Land Company naik 0,92 persen.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor memantau perkembangan terbaru masalah perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan mitra dagang utamanya. Adapun AS kembali berulah dengan menyerukan perang dagang terhadap sejumlah mitra dagang utamanya.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 280,23 poin atau 1,01 persen menjadi 27.502,81. Sementara S&P 500 turun sebanyak 20,67 poin atau 0,66 persen menjadi 3.093,20. Indeks Komposit Nasdaq turun 47,34 poin atau 0,55 persen menjadi 8.520,64.
 
Sebagian besar dari 30 komponen Dow diperdagangkan di wilayah merah, dengan Intel dan Dow masing-masing turun 2,76 persen dan 2,52 persen, memimpin penghambat. Sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan dengan catatan suram, dengan sektor energi kehilangan 1,55 persen, menjadi pecundang terbesar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif