Ilustrasi. FOTO: AFP.
Ilustrasi. FOTO: AFP.

Wall Street Rebound

Ekonomi wall street
Ade Hapsari Lestarini • 16 Oktober 2019 08:21
New York: Saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat, setelah sebelumnya berada di zona merah.
 
Penguatan pasar didukung oleh awal musim pendapatan perusahaan kuartal ketiga yang cerah dan data manufaktur dari Negara Bagian New York.
 
Melansir Xinhua, Rabu, 16 Oktober 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik 237,44 poin atau 0,89 persen menjadi 27.024,80. Indeks S&P 500 meningkat 29,53 poin atau 1,00 persen menjadi 2.995,68. Indeks Nasdaq Composite menguat 100,06 poin atau 1,24 persen menjadi 8.148,71.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi menjelang penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan memimpin serta naik hampir 1,8 persen.
 
Sebagian besar saham blue-chip memperpanjang kenaikan menjelang bel penutupan. Saham UnitedHealth Group dan JPMorgan Chase masing-masing naik 8,16 persen dan 3,01 persen, memimpin penguatan.
 
Musim pendapatan kuartal III mulai dirilis. Kinerja perusahaan terpantau lebih kuat dari yang diperkirakan pada kuartal ketiga dari JP Morgan Chase, Johnson & Johnson, UnitedHealth, BlackRock, dan Citigroup. Namun hasil pendapatan dari Goldman Sachs dan Wells Fargo sedikit meleset dari perkiraan pasar.
 
Di sisi ekonomi, aktivitas bisnis sedikit tumbuh di Negara Bagian New York, menurut perusahaan menanggapi Survei Manufaktur Negara Bagian Oktober 2019 yang dirilis pada Senin.
 
Indeks manufaktur Empire State New York naik menjadi 4,0, naik dua poin dari September, didorong oleh meningkatnya pengiriman dan sedikit peningkatan pesanan baru. Indeks menilai prospek enam bulan menunjukkan bahwa optimisme tentang kondisi masa depan agak membaik tetapi tetap lemah, survei mengatakan.
 
Sementara itu, para investor mencerna perkiraan penurunan pertumbuhan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional (IMF), yang dipatok pada tingkat tiga persen untuk 2019, menandai laju paling lambat sejak krisis keuangan global.
 
Pertumbuhan diharapkan turun 0,2 poin dari estimasi pada Juli, menurut laporan Outlook Ekonomi Dunia terbaru yang dikeluarkan pada Selasa.
 
Perkiraan terbaru diredam terutama oleh meningkatnya hambatan perdagangan dan meningkatnya ketegangan geopolitik, tulis kepala ekonom IMF Gita Gopinath dalam sebuah posting blognya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif