Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Bursa Saham Asia Cenderung Lemah

Ekonomi bursa saham asia
26 Desember 2018 18:13
Jakarta: Pergerakan bursa saham di Asia berakhir variatif dengan kecenderungan positif di beberapa negara Asia.
 
Mengutip Antara, Rabu, 26 Desember 2018, saham-saham Filipina berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu, dengan indeks acuan Bursa Efek Filipina (PSE) turun 0,40 persen atau 29,70 poin, menjadi 7.450,01 poin.
 
Sementara itu, indeks seluruh saham bergerak turun 11,66 poin atau 0,26 persen menjadi berakhir di 4.489,92 poin. Volume perdagangan mencapai 771,52 juta saham senilai 3,39 miliar peso (USD63,73 juta), dengan 70 saham naik, 115 saham turun, sementara 41 saham ditutup datar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senada, bursa saham Seoul ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu, dengan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 1,31 persen atau 27 poin menjadi 2.028,01 poin.
 
Volume perdagangan mencapai 314 juta saham, senilai 5,3 triliun won (USD4,7 miliar. Mata uang Korea Selatan berakhir di 1.125,40 won terhadap greenback, turun 0,2 won dari tingkat penutupan hari sebelumnya.
 
Selain itu bursa saham Tiongkok ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu, dengan Indeks Komposit Shanghai turun 0,26 persen menjadi 2.498,29 poin. Sementara itu, Indeks Komponen Shenzhen, yang melacak saham-saham di bursa kedua Tiongkok, berakhir melemah 0,58 persen menjadi 7.289,55 poin.
 
Omzet gabungan saham di kedua indeks tersebut mencapai 231,32 miliar yuan (sekitar USD33,6 miliar), turun dari 275,91 miliar yuan pada hari perdagangan sebelumnya.
 
Sebagian besar saham jatuh, dengan jumlah saham turun melebihi jumlah yang naik, sebanyak 752 berbanding 583 di bursa Shanghai dan 1.218 berbanding 777 di bursa Shenzhen.
 
Sektor keramik dan sektor pembuatan bir paling banyak mengalami kerugian. Guangdong Dowstone Technology turun 2,76 persen menjadi 13,75 yuan per saham. Sementara Beijing Shunxin Agriculture kehilangan 4,73 persen menjadi ditutup pada 32,22 yuan per saham.
 
Indeks ChiNext, yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya NASDAQ Tiongkok, berkurang 0,74 persen menjadi 1.264,07 poin.
 
Di sisi lain bursa saham Tokyo berakhir naik pada perdagangan Rabu, dengan indeks acuan Nikkei sempat turun di bawah 19 ribu untuk pertama kalinya sejak April 2017, di tengah kekhawatiran terhadap ekonomi global.
 
Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) berakhir naik 171,32 poin atau 0,89 persen, dari tingkat penutupan Selasa waktu setempat menjadi 19.327,06 poin.
 
Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar Tokyo berakhir 15,92 poin atau 1,12 persen, lebih tinggi menjadi 1.431,47 poin. Penguatan dipimpin oleh saham-saham instrumen presisi, transportasi udara, serta produk gelas dan keramik.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif