Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Ketegangan Perdagangan dan Perlambatan Produktivitas Tekan Investasi

Ekonomi imf perdagangan Perang dagang
06 April 2019 20:01
Washington: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengungkapkan selama tiga dekade peningkatan keterjangkauan barang modal seperti mesin dan peralatan membantu negara-negara untuk meningkatkan investasi dan meningkatkan standar hidup. Namun, ketegangan perdagangan dan produktivitas yang lebih rendah memberikan beban.
 
Dalam Bab Analytical Outlook Ekonomi Dunia, fasilitator kerja sama moneter global menyoroti kontribusi harga relatif lebih rendah dari barang-barang investasi. Adapun kinerja investasi di masing-masing negara memang harus terus ditingkatkan agar memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi.
 
"Penurunan harga relatif barang-barang investasi yang dapat diperdagangkan telah memberikan dorongan yang cukup besar terhadap kenaikan tingkat investasi riil dalam mesin dan peralatan selama tiga dekade terakhir," kata IMF dalam laporan itu, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 6 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penurunan tersebut didorong oleh pertumbuhan produktivitas yang lebih cepat dalam produksi barang modal dan memperdalam integrasi perdagangan. Namun, kedua faktor ini menghadapi tantangan dan ancaman, menurut IMF.
 
IMF memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan perdagangan, lambatnya integrasi perdagangan, dan pertumbuhan produktivitas yang lambat menjadi ancaman bagi ekspansi ekonomi dunia. Tentu kesemuanya harus bisa segera diantisipasi agar tidak menekan perekonomian global.
 
"Kenaikan tarif dan hambatan nontarif dapat mengganggu rantai pasokan lintas batas. Dan membuat produksi menjadi kurang efisien, memperlambat atau bahkan membalikkan tren penurunan harga barang modal," kata laporan itu.
 
IMF menilai karena banyak pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang tidak terlibat langsung dalam ketegangan perdagangan saat ini, mereka mungkin menghadapi kerusakan jaminan jika perselisihan meningkat. Tentu ada harapan agar perselisihan perdagangan tersebut bisa dihentikan secepat mungkin.
 
"Sebagai importir bersih barang modal, mereka mungkin menghadapi harga mesin dan peralatan yang lebih tinggi. Dan secara lebih luas, peluang berkurang untuk mendapatkan manfaat dari penyebaran lintas-batas pengetahuan dan teknologi yang dibawa oleh globalisasi," kata IMF.
 
Selain itu, pertumbuhan produktivitas yang lambat di negara maju dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut dari harga barang modal. "Laju penurunan harga relatif mesin dan peralatan telah melambat di negara maju dalam dekade terakhir," kata laporan itu.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif