Illustrasi (AFP : Mark Ralston).
Illustrasi (AFP : Mark Ralston).

Investor Tiongkok Diminta Investasi Reksa Dana Berkelanjutan

Ekonomi tiongkok
24 Februari 2019 10:50
Beijing: Investor institusi Tiongkok diharapkan mulai mempertimbangkan masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) ketika membuat keputusan investasi tahun ini.
 
Dikutip dari Xinhua, Minggu, 24 Februari 2019 sejumlah manajer investasi diharapkan segera memperkenalkan produk reksa dana bertema ESG pada 2019, yang akan menawarkan investor individu berpartisipasi dalam produk investasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, menurut laporan yang dirilis bersama oleh SynTao Green Finance dan Forum Investasi Sosial Tiongkok.
 
Selama ini sudah banyak perusahaan Tiongkok meningkatkan komitmen mereka dalam ESG untuk lebih memenuhi permintaan investor global yang menggunakan ESG sebagai kriteria penyaringan sebelum berinvestasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam revisi kode tata kelola perusahaan untuk perusahaan terbuka yang dirilis pada bulan September tahun lalu, Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok membentuk kerangka kerja pengungkapan informasi ESG untuk perusahaan terbuka.
 
Persyaratan pelaporan tersebut diharapkan mendorong perusahaan-perusahaan yang terdaftar untuk meningkatkan laporan tanggung jawab sosial perusahaan mereka ke dalam laporan ESG dengan peningkatan signifikan dalam konten material dan kuantitatif, menurut laporan tersebut.
 
Selain isu lingkungan yang menjadi concern investor untuk mendukung ekonomi yang berkelanjutan tiongkok juga berusaha mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok di tengah prospek ekonomi global yang melemah. Caranya adalah dengan menerapkan kebijakan fiskal dan moneter untuk mengatasi tekanan ke bawah dalam jangka pendek, sambil melanjutkan reformasi struktural untuk pembangunan jangka panjang.
 
Kepala Ekonom Tiongkok Morgan J Zhu Haibin mengatakan meskipun ada hambatan eksternal, ekonomi Tiongkok mencapai 6,6 persen pada 2018 para pembuat kebijakan telah meluncurkan serangkaian langkah-langkah pendukung untuk menstabilkan pertumbuhan, termasuk pengurangan pajak dan biaya, peningkatan konsumsi dan investasi, dan peningkatan lapangan kerja.
 
Zhu mengharapkan pengurangan pajak akan setara dengan tambahan 1,2 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara itu pada 2019 dan untuk mengangkat pertumbuhan PDB sebesar 0,46 poin. Dia menganggap pandangan yang mengklaim konsumsi Tiongkok yang loyo sebagai hal yang menyesatkan. Dia juga menyalahkan argumen pengkritik yang menyebut rendahnya penjualan mobil pada tahun lalu.
 
Dia menegaskan konsumsi, tidak termasuk penjualan mobil, telah mempertahankan kenaikan stabil tahun lalu dan akan didorong oleh keringanan pajak dan kebijakan pendukung lainnya.
 
Zhu memperkirakan investasi aset tetap Tiongkok meningkat 5,7 persen tahun ke tahun ini, turun sedikit dari kenaikan 5,9 persen pada 2018. Namun dia memperkirakan bahwa pertumbuhan investasi infrastruktur akan meningkat tahun ini, sementara investasi properti akan berjalan moderat.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif