Pesona Emas Berjangka Salip Dolar AS
Ilustrasi (Spencer Platt/AFP)
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New Yor Mercantile Exchange naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan dapat terjadi didorong oleh dolar Amerika Serikat (USD) yang lebih lemah.

Mengutip Antara, Selasa, 4 Desember 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari 2019 naik USD13,6 atau 1,11 persen menjadi menetap di USD1.239,60 per ons. Indeks USD, ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun 0,14 persen menjadi 96,95 pada pukul 18.12 GMT.

Adapun USD baru-baru ini bertindak sebagai aset safe haven de facto di tengah sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia, kata analis. Biasanya gejolak politik yang terjadi atau adanya ketidakpastian ekonomi dunia membuat emas menjadi pilihan bagi investor.

Di sisi lain, setelah para pemimpin Amerika Serikat dan Tiongkok sepakat akhir pekan lalu di Argentina untuk mengambil langkah-langkah guna mengurangi ketegangan perdagangan bilateral, memicu USD melemah. USD juga kehilangan momentum kenaikannya karena tanggapan terhadap sinyal-sinyal yang relatif dovish dari Fed mengenai kenaikan suku bunga acuan.

Emas dan USD biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika USD jatuh maka emas berjangka biasanya akan naik, karena emas yang diukur dalam USD menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret 2019 naik sebanyak 28,2 sen atau 1,98 persen, menjadi ditutup pada USD14,499 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari 2019 naik sebanyak USD10,9 atau 1,36 persen menjadi menetap di USD810,70 per ons.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id