Dolar AS Terkapar
Ilustrasi (MI/SUSANTO)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi karena kurva imbal hasil terbalik surat utang Pemerintah Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran umum tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi AS.

Mengutip Antara, Rabu, 5 Desember 2018, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,07 persen menjadi 96,9680 pada pukul 20.00 GMT (pukul 15.00 waktu setempat). Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1341 dari USD1,1342 di sesi sebelumnya.

Sedangkan pound Inggris turun menjadi USD1,2717 dari USD1,2726 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7337 dari USD0,7348. USD dibeli 112,81 yen Jepang, lebih rendah dari 113,68 yen Jepang pada sesi sebelumnya. USD turun menjadi 0,9974 franc Swiss dari 0,9988 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3247 dolar Kanada dari 1,3210 dolar Kanada.

Imbal hasil obligasi dua tahun dan imbal hasil obligasi tiga tahun melampaui imbal hasil obligasi lima tahun untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa 4 Desember, menurut data, menciptakan inversi spread imbal hasil, yang biasanya dipandang sebagai pendahulu dari kemerosotan ekonomi.

Selama lima dekade terakhir, inversi spread imbal hasil antara surat utang dua tahun dan 10 tahun, muncul menjelang setiap resesi di Amerika Serikat. Para analis memperingatkan bahwa inversi terbaru antara obligasi jangka pendek dan obligasi jangka panjang mengisyaratkan ekspektasi pasar bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan melambat.

Aksi jual besar-besaran baru-baru ini di pasar saham telah mendorong beberapa investor untuk beralih ke obligasi Pemerintah AS yang relatif kurang berisiko dan juga meningkatnya permintaan untuk greenback sebagai mata uang safe haven karena likuiditasnya yang tinggi.

Namun, para analis mengatakan karena pedagang-pedagang semakin khawatir tentang melambatnya pertumbuhan AS, imbal hasil obligasi pemerintah yang bertenor lebih lama menjadi sangat terbebani.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id