Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith

Wall Street Berlabuh di Zona Hijau

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 18 Januari 2020 07:40
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) menyelesaikan sesi perdagangan Jumat lebih tinggi karena Wall Street mencerna banyak data ekonomi. Disepakatinya kesepakatan dagang fase satu antara AS dengan Tiongkok juga turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan pasar saham.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 18 Januari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 50,46 poin atau 0,17 persen menjadi ditutup pada 29.348,10. Sementara S&P 500 naik sebanyak 12,81 poin atau 0,39 persen menjadi 3.329,62. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 31,81 poin atau 0,34 persen menjadi 9.388,94.
 
Kemudian sebanyak sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama ditutup lebih tinggi, dengan layanan komunikasi melonjak sebanyak 0,9 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor energi turun sebanyak 0,66 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait data, perumahan swasta AS melonjak 16,9 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman yakni 1,608 juta unit pada Desember, Departemen Perdagangan melaporkan. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan perumahan akan meningkat ke kecepatan 1,375 juta unit pada Desember.
 
Wall Street juga memerhatikan pendapatan perusahaan. Musim pendapatan perusahaan kuartal keempat dimulai minggu ini, dengan ekspektasi rendah untuk pertumbuhan laba. Penghasilan diperkirakan turun 0,6 persen di S&P 500, estimasi Refinitiv.
 
Lebih dari delapan persen perusahaan yang ada di S&P 500 telah melaporkan hasil kuartalan sejauh ini, menurut FactSet. Dari perusahaan-perusahaan itu, 72 persen telah membukukan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Diharapkan kinerja keuangan perusahaan bisa terus membaik di masa mendatang.
 
Di sisi lain, kesepakatan perdagangan parsial yang ditandatangani antara Amerika Serikat dan Tiongkok memberikan bantuan kepada pasar keuangan, tetapi ketidakpastian masih tetap ada. Risiko semacam itu harus bisa ditekan sedemikian rupa agar laju penguatan pasar keuangan bisa lebih maksimal di masa mendatang.
 
"Ada rasa terima kasih yang luar biasa bahwa kesepakatan telah ditandatangani (oleh AS dan Tiongkok) dan sedikit melegakan, tentu saja. Dan beberapa optimisme terukur tentang bagaimana kita dapat bergerak maju," kata Ketua Kamar Dagang Amerika Serikat di Tiongkok Gregory Gilligan.
 
Dua negara ekonomi terbesar dunia menandatangani perjanjian perdagangan tahap pertama di Gedung Putih setelah saling menetapkan tarif bernilai miliaran dolar satu sama lain selama hampir dua tahun. Sebagai bagian dari kesepakatan, Tiongkok setuju untuk membeli barang-barang AS senilai USD200 miliar tambahan selama dua tahun ke depan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif