Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith

AS-Tiongkok Bahas Perdagangan, Wall Street Kokoh

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 11 Oktober 2019 07:09
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) melonjak pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di tengah putaran baru pembicaraan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Negosiasi dagang ini menjadi penting bagi kedua negara dengan harapan mencapai kata sepakat yang nantinya bisa menghentikan perang dagang.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 11 Oktober 2019, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 150,66 poin atau 0,57 persen menjadi 26.496,67. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 18,73 poin atau 0,64 persen menjadi 2.938,13. Sementara indeks Komposit Nasdaq naik 47,04 poin, atau 0,60 persen, menjadi 7.950,78.
 
Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing naik 1,28 persen dan 1,02 persen, memimpin para pemenang. Sedangkan utilitas turun 0,12 persen, satu-satunya penurunan di antara kelompok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiongkok dan Amerika Serikat pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) memulai babak baru konsultasi tingkat tinggi di Washington untuk mengatasi perbedaan mereka dalam masalah ekonomi dan perdagangan yang luar biasa. Putaran konsultasi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi ini dijadwalkan Kamis dan Jumat.
 
"Pedagang kemungkinan akan tergantung pada setiap pernyataan, atau laporan yang berkaitan dengan pembicaraan," ungkap analis Zacks Investment Research dalam sebuah catatan.

 
Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan, untuk pekan yang berakhir 5 Oktober, data klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, turun sebanyak 10 ribu hingga 210 ribu. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan klaim baru akan mencapai total 220 ribu yang disesuaikan secara musiman.
 
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen AS untuk semua konsumen perkotaan datar pada September. Kondisi itu terjadi karena kenaikan indeks untuk tempat tinggal dan makanan diimbangi oleh penurunan indeks pada energi dan mobil dan truk bekas.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif