Ilustrasi (OSCAR SIAGIAN/AFP)
Ilustrasi (OSCAR SIAGIAN/AFP)

Pesona Dolar AS Meredup

Ekonomi dolar as
29 Desember 2018 10:03
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena selera risiko investor menyusut setelah satu minggu perdagangan yang tidak menentu di pasar saham Amerika Serikat (AS). Ketidakpastian ekonomi AS masih terus berlanjut yang salah satunya akibat penutupan pemerintahan.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 29 Desember 2018, kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan pasar ekuitas yang tidak stabil telah mengurangi sentimen investor di kelas aset yang lebih berisiko dan menekan USD. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,07 persen pada 96,3965 pada akhir perdagangan.
 
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,1442 dibandingkan dengan USD1,1450 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2691 dibandingkan dengan USD1,2647 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik hingga USD0,7046 dibandingkan dengan USD0,7021.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, USD dibeli 110,38 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 110,73 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 0,9856 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9860 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3638 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3640 dolar Kanada.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 76,42 poin atau 0,33 persen menjadi 23.062,40. Sedangkan S&P 500 turun 3,09 poin atau 0,12 persen menjadi 2.485,74. Indeks Komposit Nasdaq naik 5,03 poin atau 0,08 persen menjadi 6.584,52.
 
Tujuh dari 11 sektor S&P 500 utama ditutup lebih rendah, karena kerugian di sektor energi dan bahan melebihi kenaikan dalam kebijakan konsumen dan real estat. Pasar mengalami satu lagi hari perdagangan yang liar pada Jumat dengan ketiga indeks utama terus berbalik antara keuntungan dan kerugian sepanjang hari.
 
"Tema sepanjang 2018 adalah peristiwa pasar yang didorong oleh berita. Ketika peristiwa geopolitik terjadi, pasar bereaksi lebih pada 2018 dibandingkan dengan tahun-tahun lainnya," kata John Monaco, seorang pedagang dengan lebih dari 35 tahun pengalaman di pasar modal.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif