Harga Minyak Dunia Berbalik Naik
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Harga minyak dunia naik sekitar USD1 per barel pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), berbalik dari tingkat terendah dalam beberapa bulan. Hal itu terjadi setelah data Pemerintah AS menunjukkan permintaan kuat untuk bahan bakar minyak, meski kekhawatiran atas meningkatnya pasokan minyak mentah global masih bertahan.

Mengutip Antara, Kamis, 22 November 2018, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari naik USD0,95 atau naik 1,52 persen menjadi menetap pada USD63,48 per barel di London ICE Futures Exchange. West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Januari naik USD1,20 atau 2,25 persen menjadi berakhir pada USD54,63 per barel di New York Mercantile Exchange.

Stok minyak mentah AS naik 4,9 juta barel pekan lalu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan, peningkatan yang lebih besar dari perkiraan. Persediaan minyak mentah telah meningkat selama sembilan minggu berturut-turut, kenaikan beruntun terpanjang sejak Maret 2017.

Sementara itu, persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman untuk WTI, turun 116.000 barel, penurunan pertama dalam sembilan minggu terakhir, kata EIA. Persediaan bensin merosot 1,3 juta barel ke level terendah sejak Desember 2017, sementara stok distilasi turun 77.000 barel, data EIA menunjukkan.

"Cushing membukukan penurunan pertama dalam beberapa bulan, sebuah kemungkinan dari beberapa leveling yang dapat mendorong beberapa dukungan ke kurva WTI," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, dalam sebuah catatan.

Pasar secara keseluruhan tetap lemah, setelah minyak mentah turun lebih dari enam persen pada sesi sebelumnya, sementara pasar ekuitas dunia jatuh akibat kekhawatiran tentang prospek ekonomi. Minyak mentah Brent telah jatuh lebih dari 25 persen sejak mencapai tertinggi empat tahun di USD86,74 pada 3 Oktober.

Kekhawatiran melimpahnya pasokan baru membuat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) sedang membicarakan tentang pengurangan produksi hanya beberapa bulan setelah meningkatkan produksi. OPEC, Rusia, dan produsen-produsen lainnya mempertimbangkan pemotongan pasokan antara 1 juta barel per hari (bpd) hingga 1,4 juta barel per hari.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id