Dolar AS Kembali Berjaya
Ilustrasi. (FOTO: MI)
New York: Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Jumat waktu setempat.

Pasar keuangan sebagaian besar percaya bahwa bank sentral AS Federal Reserve mungkin akan menaikkan suku bunga acuannya lagi pada Desember.

Mengutip Antara, Sabtu, 10 November 2018, indeks dolar AS telah mengalami pasang surut pada pekan ini. Ekspektasi pasar pada terpecahnya Kongres AS setelah pemilihan paruh waktu, diyakini investor akan merusak stimulus fiskal yang dipimpin GOP (Partai Republik), seperti pemotongan pajak dan deregulasi keuangan lebih lanjut.

Melansir Xinhua, pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke 1,1335 dolar AS dari 1,1356 dolar AS pada sesi sebelumnya. Sementara pound Inggris turun menjadi 1,2975 dolar AS dari 1,3049 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Selanjutnya dolar Australia turun menjadi 0,7226 dolar AS dari sebelumnya 00,7249 dolar AS. Kemudian dolar AS dibeli 113,80 yen Jepang, lebih rendah dari sebelumnya sebesar 113,98 yen Jepang.

Adapun dolar AS turun menjadi 1,0055 franc Swiss dari sebelumnya di posisi 1,0068 franc Swiss. Serta dolar Kanada naik tipis menjadi 1,3210 dari sebelumnya 1,3182 dolar Kanada.

Di sisi lain, euro terbebani oleh perkiraan Komisi Eropa pada rencana anggaran Italia untuk 2019. Komisi Eropa mengatakan akan mendorong defisit menjadi 2,9 persen dari produk domestik bruto tahun depan, dibandingkan sebelumnya sebesar 2,4 persen.

Komisi Eropa meminta Roma untuk menyajikan anggaran baru dengan tenggat waktu pada 13 November. Namun demikian, Roma menepis prakiraan Uni Eropa, di mana pihaknya tidak akan mengubah rencana.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id