Emas Dunia Runtuh Usai Obligasi AS Perkasa
Ilustrasi (Spencer Platt/AFP)
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange turun ke tingkat terendah lebih dari satu minggu pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Hal itu terjadi karena imbal hasil obligasi AS tetap tinggi dan indeks dolar Amerika Serikat (USD) menguat.

Mengutip Antara, Selasa, 9 Oktober 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun sebanyak USD17 atau 1,41 persen menjadi ditutup pada USD1.188,6 per ons.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun mengakhiri pekan lalu dekat 3,23 persen, mundur dari tingkat paling tajam beberapa minggu sebelumnya namun masih melayang di dekat tingkat tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Para analis mengatakan meningkatnya imbal hasil obligasi terus menarik para investor dari emas.

Sementara itu, data ekonomi kuat terbaru juga meningkatkan kemungkinan Federal Reserve AS menaikkan suku bunganya pada Desember dan 2019, yang pada gilirannya memperkuat USD. Indeks USD, yang mengukur mata uang greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,15 persen menjadi 95,75 pada pukul 19.10 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD, yang berarti jika USD menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam USD menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun sebanyak 32 sen AS atau 2,18 persen menjadi menetap di USD14,329 per ons. Sedangkan platinum untuk penyerahan Januari 2019 turun sebanyak USD6,2 atau 0,75 persen menjadi ditutup pada USD818,3 per ons.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id