Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Melempem Akibat Keputusan The Fed

Ekonomi dolar as
Antara • 10 Oktober 2019 09:31
New York: Dolar Amerika Serikat (USD) sedikit melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena investor mengamati risalah hasil pertemuan kebijakan September yang dirilis oleh Federal Reserve AS pada hari yang sama.
 
Mengutip Antara, Kamis, 10 Oktober 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,01 persen menjadi 99,1212 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0974 dari USD1,0954 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2211 dari USD1,2217 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6726 dibandingkan dengan USD0,6730. Dolar AS dibeli 107,54 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 107,12 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9959 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9938 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3330 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3318 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), unit kebijakan penetapan suku bunga Fed, memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya seperempat poin pada pertemuan 17-18 September, menurunkan suku bunga dana federal atau overnight funds rate ke kisaran target 1,75 persen hingga 2,00 persen.
 
"Mungkin perlu bagi Komite untuk mencari keselarasan ekspektasi pasar yang lebih baik mengenai jalur tingkat kebijakan dengan ekspektasi para pembuat kebijakan untuk jalur itu," kata risalah.
 
Sehari sebelumnya, kurs dolar AS sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya di tengah melemahnya poundsterling Inggris, karena investor semakin khawatir tentang prospek Brexit, yang dapat berakhir tanpa kesepakatan dan volatilitas yang terjadi kemudian.
 
Sebuah upaya hukum guna memaksa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk meminta Uni Eropa (UE) agar memperpanjang keanggotaan blok Inggris jika tidak ada kesepakatan Brexit gagal pada Senin 7 Oktober di pengadilan sipil tertinggi Skotlandia.
 
Pengacara Jolyon Maugham, salah satu dari tiga orang yang membawa kasus ini ke pengadilan, mengatakan keputusan pengadilan itu berarti sekarang ada risiko Brexit melanggar hukum. Sementara Johnson bersikeras Inggris akan meninggalkan blok itu, dengan atau tanpa kesepakatan pada 31 Oktober.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif