Aktivitas perekonomian di Tiongkok. (FOTO: AFP)
Aktivitas perekonomian di Tiongkok. (FOTO: AFP)

Bank Dunia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Tiongkok

Ekonomi bank dunia ekonomi china
Ade Hapsari Lestarini • 05 Juni 2019 17:20
Washington: Bank Dunia dalam laporannya mempertahankan proyeksi pertumbuhan Tiongkok pada tahun ini sebesar 6,2 persen.
 
Proyeksi tersebut menilik perlambatan perdagangan global, harga komoditas yang stabil, kondisi keuangan global yang mendukung, dan kemampuan pihak berwenang untuk mengkalibrasi kebijakan moneter dan fiskal yang mendukung untuk mengatasi tantangan eksternal dan tantangan lainnya.
 
Hal ini tertuang dalam laporan Bank Dunia yang dipublikasikan Juni 2019 mengenai Prospek Ekonomi Global: Ketegangan Tinggi, Ketegangan Meningkat, Investasi Tenang. Demikian seperti dilansir dari Xinhua, Rabu, 5 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, pertumbuhan di antara ekonomi negara maju diperkirakan akan melambat menjadi 1,7 persen pada 2019, dengan pertumbuhan kawasan euro diproyeksikan 1,2 persen, kata laporan itu.
 
Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan turun menjadi 2,5 persen tahun ini, dan melambat menjadi 1,7 persen pada 2020.
 
"Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat sangat penting untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan standar hidup," kata Presiden Direktur Bank Dunia David Malpass.
 
"Sangat mendesak bahwa negara-negara membuat reformasi struktural yang signifikan yang meningkatkan iklim bisnis dan menarik investasi," katanya.
 
Malpass juga menambahkan bahwa pemerintah perlu menjadikan pengelolaan utang dan transparansi sebagai prioritas tinggi sehingga utang baru menambah pertumbuhan dan investasi.
 
Wakil Presiden Bank Dunia Ceyla Pazarbasioglu menambahkan, untuk pemerataan pertumbuhan, keuangan dan lembaga, hampir setiap perekonomian menghadapi tantangan. Di mana negara-negara termiskin menghadapi tantangan paling berat karena kerapuhan, isolasi geografis, dan kemiskinan yang mengakar.
 
"Kecuali jika mereka dapat mencapai lintasan pertumbuhan yang lebih cepat, tujuan menurunkan kemiskinan ekstrem di bawah tiga persen pada 2030 akan tetap tidak terjangkau," kata Pazarbasioglu.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif