Ilustrasi. AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL
Ilustrasi. AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL

Harga Minyak Dunia Menyusut

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 21 September 2019 07:15
New York: Harga minyak dunia turun pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), meskipun jumlah rig Amerika Serikat (AS) turun. Dalam pekan yang berakhir 20 September, perusahaan jasa energi AS Baker Hughes dalam laporan mingguannya mengungkapkan, jumlah rig minyak aktif AS turun 14 rig hingga menjadi 719 rig.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 21 September 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober turun USD0,04 menjadi menetap di USD58,09 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun USD0,12 menjadi ditutup pada USD64,28 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Sementara itu, produsen minyak serpih AS mengambil peluang untuk mengunci pendapatan berjangka tahun ini dan berikutnya. Kondisi itu setelah harga minyak melonjak paling tinggi dalam 30 tahun awal pekan ini setelah serangan, sumber yang akrab dengan aliran uang mengatakan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Manajer uang menaikkan posisi net long minyak mentah berjanga AS dan opsi sebanyak 11.209 kontrak menjadi 220.758 dalam minggu yang berakhir 17 September, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan.
 
Pasar minyak melonjak hampir 20 persen pada Senin, 16 September sebagai reaksi terhadap serangan 14 September, yang mengurangi separuh produksi Saudi dan memotong pasokan global sekitar lima persen. Namun harga sejak itu memangkas sebagian besar keuntungan karena jaminan dari Kerajaan yang akan mengembalikan produksi yang hilang pada akhir bulan ini.
 
Namun, harga telah mempertahankan premi risiko karena ketegangan geopolitik di wilayah tersebut meningkat dengan Amerika Serikat dan Arab Saudi menuduh Iran dibalik serangan tersebut. Sedangkan Teheran menyangkal keterlibatannya.
 
Serangan itu telah mengintensifkan pertarungan selama bertahun-tahun antara Arab Saudi dan Iran, yang dikurung dalam kontes kekerasan untuk mendapatkan pengaruh di beberapa titik nyala di sekitar Timur Tengah. Koalisi yang dipimpin Saudi melancarkan operasi militer di utara kota pelabuhan Hodeidah Yaman.
 
Sementara Amerika Serikat bekerja dengan negara-negara Timur Tengah dan Eropa membangun koalisi untuk mencegah ancaman Iran. Sedangkan perusahaan milik negara Saudi Aramco telah mengalihkan grade minyak mentah dan menunda pengiriman minyak mentah serta produk minyak kepada pelanggan beberapa hari setelah serangan tersebut.
 
Perusahaan energi AS minggu ini mengurangi jumlah rig minyak yang beroperasi selama lima minggu berturut-turut ke level terendah sejak Mei 2017. Pengebor memotong 14 rig minyak dalam seminggu hingga 20 September, sehingga jumlah totalnya turun menjadi 719 rig, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif