Ilustrasi. AFP PHOTO/AMER HILABI
Ilustrasi. AFP PHOTO/AMER HILABI

Tiongkok Ganjal Optimisme Perdagangan, Minyak Dunia Naik Tipis

Ekonomi minyak mentah
Antara • 18 Januari 2020 10:13
New York: Harga minyak dunia naik tipis pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Hal itu karena pertumbuhan ekonomi yang lamban di Tiongkok, importir minyak mentah terbesar di dunia, meningkatkan kekhawatiran terhadap permintaan bahan bakar dan mengganjal optimisme dari penandatanganan kesepakatan dagang Tiongkok-Amerika Serikat.
 
Mengutip Antara, Sabtu,18 Januari 2020, minyak mentah berjangka Brent sedikit menguat 23 sen menjadi menetap di USD64,85 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik tipis dua sen menjadi ditutup pada USD58,54 per barel. Untuk minggu ini, Brent turun 0,2 persen, sementara WTI kehilangan 0,8 persen.
 
Ekonomi Tiongkok, yang terbesar kedua di dunia, tumbuh sebesar 6,1 persen pada 2019, ekspansi paling lambat dalam 29 tahun, data pemerintah menunjukkan. "Meningkatnya tekanan ekonomi mungkin akan membatasi kenaikan minyak dalam jangka menengah hingga jangka panjang," kata Margaret Yang, analis pasar di CMC Markets.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi melonjaknya permintaan Tiongkok, seperti terlihat pada angka hasil kilang, membantu mengimbangi data pertumbuhan ekonomi yang kurang positif. Pada 2019, kilang-kilang Tiongkok memproses 651,98 juta ton minyak mentah, setara dengan rekor tertinggi 13,04 juta barel per hari (bph) dan naik 7,6 persen dari 2018, data pemerintah menunjukkan.
 
"Peningkatan kapasitas kilang Tiongkok membentuk kembali aliran perdagangan produk olahan, sementara peningkatan produksi minyak mentah AS membentuk kembali aliran perdagangan minyak mentah," kata Olivier Jakob dari konsultan Petromatrix.
 
Pasar juga terangkat oleh persetujuan Senat AS terhadap perubahan Perjanjian Perdagangan Bebas AS-Meksiko-Kanada. Melihat ke depan, Badan Energi Internasional (IEA) menawarkan pandangan bearish dari prospek pasar minyak untuk tahun ini.
 
Pasokan dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan melebihi permintaan minyak mentahnya, EIA memperkirakan, bahkan jika negara-negara anggota OPEC sepenuhnya mematuhi pemotongan produksi yang disepakati dengan Rusia dan produsen lain dalam kelompok yang dikenal sebagai OPEC+.
 
Pandangan IEA agak tercermin pada pandangan OPEC sendiri, yang menemukan pasokan non-OPEC tahun ini tumbuh lebih besar dari permintaan keseluruhan. OPEC+ telah membatasi produksi minyak sejak 2017 untuk menyeimbangkan pasar dan mendukung harga.
 
Di Amerika Serikat, produksi minyak mentah tumbuh ke rekor tertinggi, sementara persediaan bahan bakar minyak meningkat karena permintaan yang mengecewakan, terutama untuk sulingan di musim panas ini.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif