CPO Menguat Tipis di Awal Pekan
Ilustrasi. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).
Jakarta: Crude palm oil (CPO) pada perdagangan Jumat 1 Juni 2018 kemarin ditutup di 2.439 ringgit Malaysia, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (low) di 2.410 ringgit Malaysia serta harga tinggi (high) di 2.450 ringgit Malaysia.

CPO berjangka Malaysia naik pada Jumat dan pada ekspektasi kenaikan keuntungan dalam output CPO negara tersebut, meskipun penurunan ekspor pada Mei membatasi kenaikan.

Kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,41 persen pada 2.439 ringgit Malaysia atau setara USD613,28 per metrik ton pada penutupan perdagangan.

"Pasar meningkatkan antisipasi pertumbuhan produksi yang lebih rendah di Malaysia, mengimbangi dampak ekspor CPO yang lebih rendah pada Mei," tutur Analis Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam analisanya, Senin, 4 Juni 2018.

Surveyor kargo Societe Generale de Surveillance (SGS) mengatakan ekspor CPO negara tersebut pada Mei turun sebanyak 9,9 persen dibandingkan bulan lalu.

Di Indonesia, sebagai negara eksportir CPO terbesar di dunia, dengan pengiriman CPO turun 13,6 persen pada April menurut data yang dirilis dari Asosiasi Minyak Sawit Indonesia. Dengan situasi seperti ini tampak persediaan CPO di negara-negara produsen kemungkinan akan meningkat secara signifikan karena kondisi ekspor yang lemah.

Perdagangan Senin, 4 Juni 2018, saat tulisan ini disusun, pergerakan harga CPO sedang berada pada level 2.438 ringgit Malaysia. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga 2.444 ringgit Malaysia, sementara harga tinggi tercatat berada di 2.457 ringgit Malaysia, dan harga rendah di 2.432 ringgit Malaysia.

Saat ini kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun tipis 0,04 persen pada 2.438 ringgit Malaysia atau setara USD613,02 per metrik ton. CPO berjangka Malaysia stabil dalam volume tipis pada istirahat tengah perdagangan Senin, setelah ekspor yang buruk membebani sentimen pekan lalu.

Potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga:
- 2.411 ringgit Malaysia (support 1).
- 2.391 ringgit Malaysia (support 2).
- 2.370 ringgit Malaysia (support 3).

Potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran: 
- 2.474 ringgit Malaysia (resistance 3).
- 2.462 ringgit Malaysia (resistance 2).
- 2.445 ringgit Malaysia (resistance 1).



(AHL)