Trump Menantikan Rilis Data Jumlah Pekerjaan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terdengar memiliki nada optimistis menjelang rilis nonfarm payrolls di Mei pada Jumat Waktu Setempat (Sabtu WIB). Hal itu sejalan dengan pentingnya data tersebut terhadap Administrasi Trump yang harapannya bisa terus membaik.

Nonfarm payrolls adalah data yang melaporkan jumlah upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja AS. Laporan yang dirilis berupa perbandingan antara upah mingguan yang dibayarkan kepada komponen nonfarm payrolls dengan total upah yang dibayarkan kepada semua pekerja.

Nonfarm payrolls adalah tenaga kerja AS di luar pegawai pemerintah, buruh tani, pegawai yang berkerja pada LSM, dan pegawai dalam setiap rumah tangga. Bisa juga dikatakan nonfarm payrolls menunjukkan data jumlah pekerjaan.

Mengutip CNBC, Sabtu, 2 Juni 2018, sekitar satu jam sebelum rilis, Presiden AS mengaku dia menantikan data jumlah pekerjaan. Presiden biasanya melihat angka-angka pada malam sebelum mereka dikirim ke publik, meskipun laporan itu diembargo dan disimpan secara ketat karena sering memberikan dampak terhadap pergerakan di pasar keuangan.

Para ekonom berharap laporan itu menunjukkan pertumbuhan jumlah pekerjaan di angka 188 ribu, dengan tingkat pengangguran cenderung bertahan atau stabil di 3,9 persen. Sedangkan pertumbuhan gaji rata-rata sekitar 200 ribu per bulan dan keuntungan mediannya adalah 170 ribu.

Namun, pasar kurang terfokus pada laporan pekerjaan di urutan teratas dibandingkan dengan kenaikan upah. Penghasilan per jam rata-rata diproyeksikan naik 0,3 persen untuk bulan ini. Adapun jumlah tenaga kerja dan tingkat pengangguran terus diperhatikan oleh Presiden Donald Trump karena menunjukkan perbaikan ekonomi di AS.

Sebelumnya, National Association of Realtors (NAR) mengatakan Indeks Penjualan Rumah Tertunda atau Pending Home Sales Index (PHSI) tercatat turun 1,3 persen menjadi 106,4 pada April dibandingkan dengan revisi naik 107,8 pada Maret. Menurut statistik yang dikeluarkan NAR, semua wilayah utama tidak melihat adanya kenaikan dalam aktivitas kontrak pada April.

Indeks, indikator utama untuk mengukur kontrak yang ditandatangani untuk membeli rumah yang ada, telah turun sebanyak 2,1 persen secara tahunan untuk bulan keempat berturut-turut.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id