USD Tertekan Akibat Sikap Investor
Ilustrasi (AFP PHOTO/YASIN AKGUL)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) tertekan terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Pelemahan terjadi karena investor mempertimbangkan beberapa data ekonomi terbaru.

Mengutip Antara, Jumat, 14 September 2018, indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,30 persen menjadi 94,5207 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1692 dari USD1,1631 pada sesi sebelumnya, pound Inggris naik menjadi USD1,3111 dari USD1,3055 pada sesi sebelumnya.

Sementara itu, dolar Australia naik menjadi USD0,7195 dari USD0,7177. USD dibeli 111,88 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,23 yen Jepang pada sesi sebelumnya. USD turun menjadi 0,9659 franc Swiss dari 0,9700 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2990 dolar Kanada dari 1.2987 dolar Kanada.

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS meningkat 0,2 persen pada Agustus dalam basis disesuaikan secara musiman, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan. Sementara itu, para ekonom yang disurvei memperkirakan kenaikan IHK sebesar 0,3 persen. Peningkatan indeks-indeks untuk tempat tinggal dan energi merupakan kontributor utama terhadap kenaikan IHK AS.

Dalam pekan yang berakhir 8 September, angka klaim pengangguran awal AS menurun 1.000 menjadi 204 ribu dari tingkat yang direvisi minggu sebelumnya, menurut Departemen Tenaga Kerja. Ini merupakan level terendah untuk klaim awal pengangguran sejak 6 Desember 1969 ketika itu berada di angka 202 ribu.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 147,07 poin atau 0,57 persen menjadi berakhir di 26.145,99 poin. Indeks S&P 500 naik 15,26 poin atau 0,53 persen menjadi ditutup di 2.904,18 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 59,48 poin atau 0,75 persen menjadi berakhir di 8.013,71 poin.

Kenaikan indeks Dow dipimpin oleh reli saham Apple. Saham pembuat iPhone ini naik lebih dari 2,4 persen pada penutupan. IBM juga termasuk pencetak keuntungan dalam indeks. Saham raksasa teknologi tersebut diperdagangkan 1,62 persen lebih tinggi.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id