Minyak Dunia Berakhir Lebih Tinggi
Ilustrasi (FREDERIC J. BROWN/AFP)
New York: Harga minyak mentah berakhir sedikit lebih tinggi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dalam sesi perdagangan yang volatil di mana patokan AS melewati USD75 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, sebelum berbalik negatif dan kemudian menutup kerugiannya.

Mengutip Antara, Rabu, 4 Juli 2018, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus meningkat USD0,20 menjadi menetap di USD74,14 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah AS rebound dari terendah sesi di USD72,73 per barel. Pada awal perdagangan, kontrak WTI naik menjadi USD75,27 per barel.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik USD0,46 menjadi ditutup pada USD77,76 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah diperdagangkan di terendah USD76,67 dan tertinggi USD78,85 per barel.

Minyak menguat di awal sesi akibat kekhawatiran pasokan, kemudian turun karena para pedagang merealisasikan keuntungan menjelang liburan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli, dan bertaruh bahwa kekurangan pasokan global tidak akan bertahan lama seperti yang diperkirakan.



Dalam perdagangan usai penyelesaian perdagangan, harga minyak memperpanjang kenaikannya setelah American Petroleum Institute (API) mengatakan stok minyak mentah turun lebih besar dari yang diperkirakan pekan lalu. Data persediaan minyak dari Badan Informasi Energi (EIA) AS diperkirakan dirilis pada Kamis setelah penundaan karena liburan 4 Juli.

"Uni Emirat Arab siap untuk membantu mengurangi kemungkinan kelangkaan minyak dan OPEC akan bertujuan mematuhi tingkat kepatuhan keseluruhan," kata Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail al-Mazrouei, yang memegang jabatan Presiden OPEC untuk 2018.

Para pedagang juga berdebat ketika produksi akan dimulai kembali di fasilitas ladang minyak Syncrude Kanada sebesar 360.000 barel per hari di dekat Fort McMurray, Alberta, yang terkena pemadaman listrik bulan lalu dan kemungkinan akan tetap offline hingga Juli.

 



(ABD)