Kemilau Emas Dunia Menyusut
Ilustrasi (AFP/DEUTCHEBUNDESBANK)
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir jatuh pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) setelah naik tajam dalam dua hari terakhir. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari 2019 turun USD4,00 atau 0,32 persen menjadi menetap di USD1.242,60 per ons.

Mengutip Xinhua, Kamis, 6 Desember 2018, indeks dolar Amerika Serikat (USD), indeks greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, turun lebih banyak di awal sesi tetapi pulih karena bergerak di atas 97,00. Emas berjangka mengalami koreksi setelah dua hari berturut-turut mendapatkan keuntungan lebih dari USD20, kata pengamat pasar.

USD yang kuat menekan emas, karena keduanya biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika USD naik, emas berjangka akan turun karena emas, diukur dalam USD menjadi mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya. Kondisi itu biasanya memengaruhi minat investor untuk berinvestasi.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret 2019 turun sebanyak 5,8 sen, atau 0,4 persen menjadi ditutup pada USD14,582 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari turun sebanyak USD2,2 atau 0,27 persen menjadi menetap di USD802,00 per ons.

Di sisi lain, ekspektasi tetap tinggi untuk bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan berikutnya yang dijadwalkan pada 18-19 Desember untuk menopang mata uang safe-haven. Mata uang paling likuid di dunia menanggung tekanan ke bawah setelah imbal hasil obligasi Pemerintah AS dua tahun dan tiga tahun melampaui hasil lima tahun.

Inversi kurva imbal hasil yang jarang terlihat biasanya dipandang sebagai pendahuluan kemerosotan ekonomi, yang memicu kekhawatiran luas akan perlambatan pertumbuhan ekonomi AS. Kondisi ini akhirnya memicu sentimen negatif dan memberikan dampak buruk terhadap aktivitas perekonomian AS.

Aksi jual luas baru-baru ini di pasar saham dan ketidakpastian terus-menerus atas ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok telah meningkatkan tuntutan untuk greenback menghindari dari aset berisiko, mengupas beberapa kerugian yang disebabkan oleh kurva imbal balik terbalik.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id