Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Tertekan

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 29 Oktober 2019 09:30
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah meningkatnya pound Inggris dan euro. Hal itu terjadi karena investor menyambut laporan bahwa 27 negara anggota Uni Eropa (UE) telah sepakat akan menerima permintaan Inggris untuk perpanjangan Brexit hingga 31 Januari 2020.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 29 Oktober 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,07 persen menjadi 97,7638 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1097 dari USD1,1080 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2855 dari USD1,2829 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6837 dibandingkan dengan USD0,6820. Dolar AS dibeli 109,01 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,68 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik hingga 0,9948 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9941 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3054 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3061 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengumuman itu dibuat setelah pertemuan duta besar dari 27 negara anggota sebelumnya pada Senin. Keputusan resmi diharapkan akan diformalkan dalam dua hari ke depan. Dalam periode perpanjangan yang akan datang, Inggris harus menunjuk komisaris Eropa karena tetap menjadi anggota Uni Eropa sampai tanggal penarikan baru, dengan hak dan kewajiban penuh.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), didorong oleh pendapatan perusahaan yang kuat dan tanda-tanda positif terkait perdagangan global. Meski demikian, perang dagang yang terjadi antara AS dan Tiongkok masih menjadi persoalan tersendiri.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 132,66 poin atau 0,49 persen menjadi 27.090,72. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 16,87 poin atau 0,56 persen menjadi 3.039,42. Indeks Komposit Nasdaq naik 82,87 poin atau 1,01 persen menjadi 8.325,99.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan layanan teknologi dan komunikasi masing-masing naik sebanyak 1,26 persen dan 1,17 persen, melampaui yang lainnya. Utilitas dan real estat turun lebih dari satu persen, memimpin para pencundang.
 
Wall Street didorong oleh gelombang laporan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan yang dirilis baru-baru ini. Dari S&P 500 perusahaan yang dilaporkan sejauh ini, sekitar 78 persen telah melampaui ekspektasi analis, menurut data dari FactSet.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif