Ilustrasi. AFP PHOTO/AMER HILABI
Ilustrasi. AFP PHOTO/AMER HILABI

Gerak Harga Minyak Dunia Menyusut

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 14 September 2019 09:06
New York: Harga minyak dunia turun pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), meskipun jumlah rig Amerika Serikat (AS) turun. Perusahaan jasa energi AS Baker Hughes dalam laporan mingguannya mengungkapkan dalam pekan yang berakhir 13 September jumlah rig minyak aktif AS turun lima menjadi 733.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 September 2019, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun USD0,24 menjadi USD54,85 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun USD0,16 menjadi USD60,22 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Jumat waktu setempat (Sabt WIB). Kondisi itu terjadi karena Wall Street mencerna penjualan ritel terbaru yang datang di atas ekspektasi pasar dan adanya rebound di sentimen konsumen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat sebanyak 37,07 poin atau 0,14 persen menjadi 27.219,52. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 2,18 poin atau 0,07 persen menjadi 3.007,39. Indeks Komposit Nasdaq turun 17,75 poin atau 0,22 persen menjadi 8.176,71.
 
Setengah lebih dari 30 saham unggulan di Dow Jones diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan saham bellwethers perdagangan Caterpillar dan Boeing naik masing-masing 1,54 persen dan 1,10 persen, di antara para pemain terbaik.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar bel penutupan, dengan sektor real estat turun 1,27 persen, memimpin para pemenang. Saham Apple turun 1,94 persen, setelah Goldman Sachs memangkas target harga untuk saham Apple menjadi USD165 per saham.
 
Goldman Sachs juga memperkirakan adanya penurunan saham sebanyak 26 persen karena metode akuntansi perusahaan bakal memiliki dampak negatif material pada pendapatan. Kondisi ini mau tidak mau membuat investor belum melirik saham tersebut.
 
Dari sisi ekonomi, sentimen konsumen rebound pada September ke level 92 dari penurunan tajam di Agustus, University of Michigan mengatakan dalam survei. Namun, pembacaan masih menandai level terendah ketiga sejak pemilihan Presiden AS Donald Trump.
 
"Kekhawatiran tentang dampak tarif terhadap ekonomi domestik juga meningkat pada awal September, dengan 38 persen dari semua konsumen membuat referensi spontan terhadap dampak negatif tarif, persentase tertinggi sejak Maret 2018," kata Kepala Ekonom Survei Konsumen Richard Curtin, dalam survei.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif