Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Virus Korona 'Suntik' Harga Emas ke Level Tertinggi

Ekonomi Virus Korona harga emas
Antara • 11 Februari 2020 07:10
Chicago: Harga emas naik ke level tertinggi dalam sepekan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) karena korban tewas akibat wabah virus korona terus meningkat. Sehingga mendorong investor mencari tempat investasi yang aman dari dampak ekonomi.
 
Mengutip Antara, Selasa, 11 Februari 2020, harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik untuk sesi keempat berturut-turut di tengah meningkatnya permintaan safe haven.
 
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik USD6,10 atau 0,39 persen menjadi USD1.579,50 per ons. Sementara itu, harga emas di pasar spot naik 0,40 persen ke USD1.575,71 per ons. Ini merupakan sesi tertinggi sejak 4 Februari di USD1.576,76.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara di pasar spot lainnya, palladium naik 1,2 persen menjadi USD2.343,89 per ons, perak naik 0,8 persen menjadi USD17,81, sementara platinum turun 0,3 persen menjadi USD962,04.
Di pasar berjangka, perak untuk penyerahan Maret naik 9,3 sen atau 0,53 persen menjadi USD17,785 per ons. Platinum untuk pengiriman April turun USD2,30 atau 0,24 persen menjadi USD966,90 per ons.
 
"Kekhawatiran virus korona terus melihat arus masuk safe-haven menuju ke emas dan itu positif bagi harga emas," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.
 
"Pada saat yang sama, itu adalah perdagangan yang sangat ramai yang berarti bahwa reli cenderung dibatasi ketika orang mengambil keuntungan dengan melepas logam mulia untuk merealisasikan laba."
 
Kenaikan mata uang safe-haven dolar AS juga membatasi keuntungan emas, ketika indeks dolar mencapai puncak tertinggi empat bulan.
 
Korban tewas akibat epidemi telah melampaui Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada 2002-2003 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jumlah kasus di luar Tiongkok bisa jadi hanya "ujung gunung es".
 
Investor tetap berhati-hati meskipun otoritas Tiongkok mulai membuka beberapa pekerjaan dan pembatasan perjalanan, membantu bisnis untuk melanjutkan operasi.
 
Sejak akhir bulan lalu, ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah menderita penutupan bisnis yang lama, penguncian dan pembatasan perjalanan karena wabah yang melanda di sekitar liburan Tahun Baru Imlek, waktu puncak untuk perjalanan dan bisnis.
 
Harga emas, dipandang sebagai investasi yang aman selama krisis, dimulai dengan solid tahun ini, memperoleh hampir empat persen sejauh pada tahun ini, setelah kenaikan tahunan sekitar 18 persen pada 2019.
 
Pasar menantikan pidato dua hari Ketua Federal Reserve Jerome Powell untuk Kongres AS mulai Selasa, terutama untuk komentar terkait dengan virus yang terkait dengan Tiongkok. Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada pertemuan kebijakan Januari, mengutip pertumbuhan ekonomi yang moderat dan pasar pekerjaan yang kuat.
 
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil dan membebani dolar, membuat emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
 
"Di sisi teknis, harga emas sekarang menghadapi level resistensi USD1.575, dan melampaui level ini jelas dapat membuka ruang untuk reli lebih lanjut, dengan target pertama USD1.600," kata kepala analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa dalam sebuah catatan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif