Apple Disebut Paling Berisiko dari Perang Dagang AS-Tiongkok

Angga Bratadharma 20 Juni 2018 15:04 WIB
iphoneekonomi amerikaPerang dagang
Apple Disebut Paling Berisiko dari Perang Dagang AS-Tiongkok
CEO Apple Tim Cook (Justin Sullivan/Getty Images/CNBC)
New York: Apple dinilai perusahaan teknologi yang paling berisiko dibandingkan dengan semua perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat (AS) jika ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok meningkat. Kondisi itu kian mengkhawatirkan ketika Presiden Donald Trump mengancam tarif impor yang baru untuk Tiongkok.

Pada Senin malam, Presiden AS Donald Trump mengancam tarif tambahan atas barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar. Sebagai tanggapan, Kementerian Perdagangan Tiongkok menjanjikan langkah-langkah balasan jika Washington mengimplementasikan keputusan tersebut.

Ini melanjutkan kebijakan tarif yang diumumkan pada Jumat lalu sebanyak 25 persen pada USD50 miliar barang-barang Tiongkok, termasuk semikonduktor. Investor akan memperhatikan bagaimana ini berdampak pada perusahaan teknologi AS karena ini merupakan eksposur yang mereka miliki ke Tiongkok.

"Apple paling terbuka (terhadap risiko yang terjadi dari perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok)," ungkap Co-Head Grup Tematik Global Mirabaud Securities Neil Campling, seperti dilansir dari CNBC, Rabu, 20 Juni 2018.



Jika dilihat dari data pada tahun fiskal terakhir, Apple menghasilkan hampir 20 persen pendapatannya dari Tiongkok atau setara dengan USD44,7 miliar. Sedangkan pada 2017 lalu, Apple mengirim lebih dari 41 juta iPhone ke Tiongkok dan merupakan pemain kelima terbesar di pasar, menurut data dari IDC.

Tidak hanya itu, Apple juga memiliki sekitar 40 toko di Tiongkok. Apple pun mengoperasikan layanannya seperti App Store dan Apple Music di Tiongkok. Layanan menjadi salah satu hal yang semakin ditingkatkan dari bisnis Apple karena pasar telepon pintar mulai melambat di mana pada 2017, telepon pintar ini akan menyumbang 13 persen dari total penjualan bersih.



Apple juga sangat bergantung pada pemasok di Asia lantaran iPhone dirakit di Tiongkok oleh perusahaan Taiwan Foxconn. Boleh dibilang, Apple telah menjadi perusahaan teknologi AS yang paling sukses di Tiongkok, tetapi kekuatan tersebut bisa menjadi kerentanan jika perang dagang terjadi.

Kendati demikian, CEO Apple Tim Cook dilaporkan mendapat jaminan dari Presiden AS Donald Trump bahwa iPhone yang dirakit di Tiongkok tidak akan dikenakan tarif yang tinggi. Namun, tidak ditampik tetap ada risiko jika potensi perang perdagangan meningkat.

Salah satu risikonya adalah Beijing bisa menghentikan pemasok Apple yang menyebabkan penundaan atau bahkan meningkatkan kekhawatiran tentang produk Apple. The New York Times melaporkan, mengutip seseorang yang dekat dengan perusahaan, bahwa ini adalah kekhawatiran bagi Apple jika pemerintah melakukan perang dagang dengan kedok keamanan nasional.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id