Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP/Josh Edelson)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP/Josh Edelson)

Harapan Trump Miliki Ekonomi yang Kuat Sulit Terwujud

Ekonomi ekonomi amerika
Angga Bratadharma • 23 Maret 2019 16:01
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemungkinan menyambut baik proyeksi the Fed tentang tidak adanya penaikan suku bunga acuan di tahun ini. Akan tetapi, ia harus waspada bahwa harapannya untuk ekonomi AS yang lebih kuat mungkin sulit terwujud di tengah ketidakpastian sekarang ini.
 
"Trump pada beberapa kesempatan di tahun lalu mengecam bank sentral AS karena menaikkan suku bunga, mengklaim bahwa tindakan seperti itu berbahaya bagi ekonomi Amerika. Tetapi jika ekonomi harus sekuat yang diinginkan Trump, bank sentral harus menaikkan suku bunga," kata Robert Heller, Anggota Dewan Gubernur Fed dari 1986 hingga 1989.
 
"Presiden Trump belum mengatakan banyak baru-baru ini tentang (keputusan) Federal Reserve dan dia seharusnya sangat senang dengan sikap saat ini, tetapi dia juga memiliki dilema, teka-teki jika Anda ingin menyebutnya," tambah Heller, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 23 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di satu sisi, lanjutnya, pemerintah mengatakan ekonomi akan tumbuh dan berkinerja sangat baik. Di sisi lain, mereka ingin memiliki suku bunga yang rendah. "Anda (Donald Trump) benar-benar tidak bisa mendapatkan keduanya," tegasnya.
 
Ekspansi ekonomi seringkali menjadi pemicu inflasi. Akan tetapi jika kenaikan harga yang berkelanjutan tidak terkendali, itu bisa menggerus daya beli dan menekan kepercayaan dengan cara yang mengganggu pertumbuhan ekonomi.
 
Untuk mencegah inflasi mencapai tingkat yang dapat membahayakan perekonomian, bank sentral biasanya menaikkan suku bunga sehingga perusahaan dan individu merasa lebih mahal untuk meminjam uang. Kondisi ini pada gilirannya akan membantu menjinakkan kegembiraan berlebihan dalam perekonomian dan inflasi.
 
Heller, yang sering menyerukan kenaikan suku bunga lebih cepat oleh the Fed, berharap bank sentral AS akan melanjutkan pengetatan kebijakan moneter pada pertengahan tahun ini. Dengan melakukan hal itu, the Fed akan memberikan ruang untuk memangkas suku bunga guna merangsang aktivitas ekonomi selama resesi berikutnya.
 
Bagi beberapa analis, resesi berikutnya di AS -ekonomi terbesar di dunia- dapat terjadi segera pada pertengahan tahun depan. "Pandangan kami adalah bahwa AS akan berada dalam resesi, atau hampir resesi, pada pertengahan 2020," kata Kepala Strategi Ekuitas Asia Pasifik Daiwa Capital Markets Paul Kitney.
 
The Fed telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini. Bank sentral AS mengatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat akan tumbuh 2,1 persen di tahun ini, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,3 persen dan tahun lalu 2,9 persen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif