Fed Dinilai Perlu Naikkan Kembali Suku Bunga Acuan
Mantan Ketua The Fed Janet Yellen (AFP Photo/Mandel Ngan)
New York: Mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen menilai kenaikan suku bunga acuan lebih banyak diperlukan untuk menghindari ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terlalu "panas". Tentu kenaikan suku bunga acuan tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian AS, baik tingkat inflasi maupun tingkat tenaga kerja.

"Pada titik ini, beberapa peningkatan suku bunga diperlukan untuk menstabilkan pertumbuhan pada kecepatan yang berkelanjutan dan menstabilkan pasar tenaga kerja sehingga tidak terlalu panas," kata Yellen, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 3 November 2018.

Yellen melihat tingkat suku bunga acuan secara rata-rata sekitar tiga persen selama 10 tahun ke depan. Untuk sampai ke sana, the Fed harus menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali lagi. Namun, tentu keputusan tersebut harus melihat lebih dahulu situasi dan kondisi perekonomian Amerika Serikat.

Adapun bank sentral AS telah meningkatkan suku bunga tiga kali tahun ini dan diperkirakan kembali dinaikkan sekali lagi pada Desember. Namun the Fed telah banyak dikritik oleh Presiden Donald Trump karena memberlakukan pengetatan kebijakan moneter.

Tidak dipungkiri, Trump telah mengkritik bank sentral AS dengan mengatakan the Fed sudah gila karena terus menaikkan suku bunga acuan begitu banyak pada 2018. Namun, Yellen tidak setuju dengan pandangan Trump tersebut. Pasalnya, kebijakan yang diambil the Fed sudah mempertimbangkan banyak hal terutama menekan risiko yang bisa muncul.

"Presiden jelas memiliki hak untuk mengekspresikan pendapatnya. Tapi, saya pikir itu tepat bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga acuan sedikit lebih banyak," ungkapnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua the Fed ini  memperingatkan komentar Presiden dapat merugikan AS. "Telah diakui bahwa ekonomi berfungsi lebih baik ketika bank sentral diizinkan untuk membuat kebijakan secara independen berdasarkan tujuan dan sasaran yang ditetapkan oleh Kongres," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id