Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Merkel: Jerman Hentikan Ekspor Senjata ke Arab Saudi

Angga Bratadharma 22 Oktober 2018 15:03 WIB
arab saudijerman
Merkel: Jerman Hentikan Ekspor Senjata ke Arab Saudi
Kanselir Jerman Angela Merkel (AFP/Odd ANDERSEN)
Berlin: Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan saat ini Berlin tidak akan mengekspor senjata ke Arab Saudi, di tengah kematian wartawan Jamal Khashoggi. Keputusan menghentikan ekspor dilakukan meski pada bulan sebelumnya Jerman sudah menyetujui untuk melakukan ekspor karena berkaitan dengan hubungan dagang.

"Saya setuju dengan semua orang yang mengatakan bahwa kita mengekspor senjata kita yang sudah terbatas (ke Arab Saudi) dan bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam situasi seperti saat ini (di tengah pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi)," kata Merkel, seperti dilansir AFP, Senin, 22 Oktober 2018.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengaku, saat ini tidak ada dasar untuk diambil keputusan yang mendukung ekspor senjata ke Arab Saudi. Jerman bulan lalu menyetujui 416 juta euro (USD480 juta) ekspor senjata ke Arab Saudi untuk 2018. Di masa lalu, ekspor militer oleh Berlin ke Arab Saudi sebagian besar terdiri dari kapal patroli.

Merkel mengulangi pernyataan bahwa dia mengutuk pembunuhan Khashoggi dan melihat terdapat kebutuhan yang mendesak untuk membereskan kasus tersebut. "Kami jauh dari melihat segala sesuatu di atas meja dan para pelaku harus dibawa ke pengadilan," kata Merkel.

Dirinya mengaku akan terus berkonsultasi dengan mitra internasional tentang reaksi terkoordinasi terhadap kasus tersebut. Adapun Jerman dan Arab Saudi hanya mengembalikan duta besar mereka pada September setelah 10 bulan hubungan dingin, menyusul kecaman dari Berlin tentang apa yang dikatakannya sebagai campur tangan Arab Saudi dalam urusan Lebanon.

Kasus Khashoggi telah membuka keretakan baru yang serius dengan mitra Eropa yakni Inggris, Prancis, dan Jerman yang mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama sebelumnya bahwa Arab Saudi harus mengklarifikasi bagaimana Khashoggi meninggal di dalam konsulat Istanbul-nya, dan laporannya harus didukung oleh fakta yang dianggap kredibel".

Setelah dua minggu penyangkalan, otoritas Arab Saudi mengakui bahwa Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post dan kritikus terkenal untuk Pangeran Mohammad bin Salman, tewas setelah memasuki konsulat di Turki pada 2 Oktober.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id