Presiden AS Donald Trump bersalaman dengan Ketua Fed Jerome Powell (AFP/SAUL LOEB)
Presiden AS Donald Trump bersalaman dengan Ketua Fed Jerome Powell (AFP/SAUL LOEB)

Powell Berusaha Tidak Membuat Trump Marah

Ekonomi ekonomi amerika the fed
Angga Bratadharma • 04 Mei 2019 17:03
Washington: Ketua the Fed Jerome Powell memiliki pekerjaan berat didepannya. Ia harus menghindari mengacak-acak pasar keuangan maupun Gedung Putih. Tidak ditampik, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lagi-lagi melemparkan serangannya terhadap bank sentral AS.
 
Para pengamat Fed mengatakan kebijakan sang ketua harus berjalan dengan baik agar tidak miring dan terlalu hawkish, sehingga bisa membuat pasar tidak menarik dan bisa memicu kemarahan Trump. Trump meluncurkan serangan melalui Twitter pada Fed saat bertemu. Ia menyerukan penyesuaian suku bunga AS dan berharap kebijakan pelonggaran kuantitatif kembali dilakukan.
 
Selain itu, Ketua Fed juga ingin menghindari terdengar terlalu dovish, karena kekuatan ekonomi dan fakta kondisi keuangan telah meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir. The Fed tidak diharapkan untuk mengumumkan perubahan kebijakan suku bunga, ketika mengeluarkan pernyataannya pada pukul 2 malam.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika (Powell) melakukan pekerjaannya, itu tidak menjadi masalah. Alasan mereka tidak terlalu dovish adalah karena pasar ekuitas berada di rekor tertinggi. Namun, kekuatan USD dikombinasikan inflasi yang lemah tidak akan membuat mereka hawkish," kata Kepala Ekonom Natixis untuk Amerika Joseph LaVorgna, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 4 Mei 2019,
 
Kebijakan Fed saat ini berada di tengah-tengah, karena Fed telah menghentikan kenaikan suku bunganya dan mengawasi data ekonomi sebelum membuat langkah lebih lanjut. Jika itu hawkish, the Fed akan condong ke arah menaikkan suku bunga. Dan jika itu dovish, itu akan condong ke arah pelonggaran kebijakan dan pemotongan suku bunga.
 
Kepala Ekonom Grant Thornton Diane Swonk menjelaskan the Fed harus tetap kuat tanpa menakuti pasar keuangan. Mereka tidak dapat segera mencapai konsensus tentang apa yang akan dilakukan jika inflasi tidak meningkat di bulan-bulan mendatang.
 
"Mereka berjalan sangat erat antara menginginkan ekonomi yang lebih hangat dan menjadi prihatin tentang bagaimana tingkat rendah memicu gelembung," kata Diane Swonk.
 
Dia berharap komentar Powell akan dipersiapkan dengan baik dan to the point. "Lebih pendek lebih baik. (Dia) harus tetap berada di luar jangkauan target administrasi. Dia tidak akan menjawab pertanyaan (tentang) calon Fed," tambah Swonk.
 
Saat ini, Stephen Moore adalah calon Trump untuk the Fed, setelah Herman Cain mengundurkan diri. Trump meningkatkan kritiknya terhadap the Fed ketika ia mengirim cuitan yang mengatakan betapa hebatnya program stimulus Tiongkok dibandingkan dengan AS.
 
Ia menambahkan bahwa the Fed harus memangkas suku bunga dan menggunakan pelonggaran kuantitatif. "Untuk menyerukan pengurangan satu persen dan dimulainya kembali pelonggaran kuantitatif maka langkah-langkah the Fed akan konsisten dengan krisis keuangan besar daripada keadaan ekonomi saat ini," kata Ahli Strategi Tingkat AS di BMO Jon Hill.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif