Gedung The Fed (Brendan Smialowski/AFP)
Gedung The Fed (Brendan Smialowski/AFP)

Suku Bunga AS Berpotensi Tidak Berubah hingga 2020

Ekonomi ekonomi amerika the fed
Angga Bratadharma • 20 April 2019 15:03
Chicago: Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengaku ia akan merasa nyaman membiarkan suku bunga tidak berubah sampai musim gugur 2020. Hal itu ia anggap penting untuk membantu memastikan inflasi yang berkelanjutan di Amerika Serikat (AS), termasuk mengelola risiko yang lebih baik lagi.
 
"Saya dapat melihat tingkat suku bunga yang datar dan tidak berubah hingga musim gugur 2020. Bagi saya, itu untuk membantu mendukung prospek inflasi dan memastikan itu berkelanjutan," kata Evans, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 20 April 2019.
 
Meski demikian, Evans tidak memposisikan penaikan suku bunga the Fed pada Desember 2018 sebagai kesalahan. Tidak ditampik, pejabat bank sentral AS memang menyoroti lebih banyak perkiraan pertumbuhan ekonomi yang diredam dan inflasi yang sulit dipahami sebagai prioritas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


The Fed selama bertahun-tahun menargetkan inflasi dua persen sebagai tingkat ideal di mana ekonomi AS dapat tumbuh pada tingkat yang sehat. Metrik inflasi yang disukai bank sentral, indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti, naik menjadi dua persen pada Mei 2018. Akan tetapi, the Fed mengalami kesulitan untuk mempertahankan inflasi di level itu.
 
Beberapa pejabat the Fed yang prihatin dengan pembacaan inflasi -termasuk Evans- telah menyarankan bahwa mereka akan merasa nyaman membiarkan inflasi naik di atas laju dua persen pada saat ekspansi ekonomi. Hal itu untuk menyeimbangkan periode inflasi yang lebih rendah dan pertumbuhan PDB yang lebih lambat.
 
"Saya telah berpikir bahwa inflasi pada akhirnya akan solid, mencapai dua persen secara berkelanjutan -mungkin sedikit lebih tinggi. Itu adalah proyeksi saya. Dan pada kekuatan yang dimiliki -baru-baru ini September dan Desember- saya berpikir bahwa mungkin beberapa kenaikan suku bunga ada di masa depan kita," kata Evans.
 
Sebagai anggota kelompok pembuat kebijakan bank sentral pada 2019, Evans bergabung dengan rekan-rekannya di the Fed dalam pemungutan suara untuk mempertahankan suku bunga acuan pinjaman stabil di Maret. Komite Pasar Terbuka Federal juga menyarankan pada pertemuan bulan lalu bahwa tidak ada lagi kenaikan suku bunga yang akan datang tahun ini.
 
Evans mengatakan pada Maret bahwa kekhawatiran baru-baru ini tentang kurva hasil yang terbalik -di mana hasil jangka pendek melebihi jangka panjang, sering dipandang sebagai indikator resesi- dan kecemasan pertumbuhan umum cukup untuk membuat beberapa ekonom gugup.
 
"Saya pikir kapan saja ekonomi melambat dari 3,1 persen menjadi dua persen maka dibutuhkan fokus yang sangat tajam untuk semacam ini, 'Baiklah, itu kurang dari apa yang kita miliki tetapi masih cukup bagus'," kata Evans.
 
Lebih lanjut, Evans melihat pertumbuhan ekonomi antara 1,75 persen hingga dua persen di tahun ini. Ia mencatat pada Maret bahwa pasar tenaga kerja AS terlihat kuat dan dirinya tidak khawatir tentang hal tersebut. Terlepas dari itu semua, ada harapan agar ekonomi AS bisa tumbuh berkualitas dengan risiko yang terjaga.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif