Ilustrasi. FOTO: AFP.
Ilustrasi. FOTO: AFP.

Dolar AS Kembali Perkasa

Ekonomi dolar as
Antara • 28 November 2019 07:43
New York: Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Mata uang Paman Sam ini terangkat data positif Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan yang lesu karena ketidakpastian kemungkinan kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok.
 
Namun demikian pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) sedikit meningkat pada kuartal ketiga, bukannya melambat seperti yang dilaporkan sebelumnya, karena laju akumulasi persediaan yang lebih kuat dan penurunan investasi bisnis yang kurang tajam.
 
Data terpisah menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang modal utama buatan AS meningkat paling banyak dalam sembilan bulan terakhir pada Oktober dan pengiriman berbalik meningkat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dolar didukung oleh penguatan data. The Fed telah mengisyaratkan bahwa hal itu akan terjadi tahun ini," kata Alfonso Esparza, analis mata uang senior di Oanda di Toronto, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 28 November 2019.
 
Federal Reserve (Fed) AS telah memangkas suku bunga tiga kali tahun ini dan mengisyaratkan siklus pelonggaran kreditnya mungkin akan berhenti. Tanda-tanda kekuatan ekonomi AS memberikan kepercayaan pada para pedagang bahwa bank sentral akan mempertahankan biaya pinjaman tidak berubah untuk saat ini.
 
"Hal lainnya adalah akhir pekan untuk pasar AS dan tidak ada yang mau melakukan eksposur jangka pendek terhadap dolar memasuki akhir pekan Thanksgiving," kata Esparza.
 
Indeks dolar AS, yang membandingkan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,15 persen menjadi 98,399. Sedangkan yen Jepang disukai oleh investor yang gelisah, telah goyah dalam sesi terakhir karena pasar ekuitas melonjak. Pada Rabu, dolar naik 0,47 persen menjadi 109,54 yen.
 
Sementara poundsterling naik 0,31 persen, pulih dari kerugian awal setelah jajak pendapat ketiga berturut-turut yang menunjukkan penyempitan keunggulan untuk Partai Konservatif yang memerintah sebelum pemilihan Inggris pada 12 Desember.
 
Indeks memangkas kenaikan setelah data AS, tidak termasuk komponen makanan dan energi yang volatile, menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,1 persen bulan lalu setelah tidak berubah pada September.
 
"Kenaikan 0,1 persen dalam bulan ke bulan pada deflator PCE inti membuat tingkat inflasi inti yang disukai The Fed jauh di bawah target hanya 1,6 persen. Itu menggarisbawahi bahwa suku bunga tidak mungkin dinaikkan lagi untuk masa mendatang," tambah ekonom senior AS di Capital Economics,Andrew Hunter.
 
Sementara laporan baru-baru ini bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok mendekati kesepakatan fase pertama dari kesepakatan perdagangan telah membantu mendukung sentimen risiko. Namun masih banyak ketidakpastian tentang prospek pembicaraan perdagangan.
 
Ketegangan perdagangan yang melekat umumnya mendukung greenback, karena para investor memandang AS sebagai posisi yang relatif baik untuk menghadapi perang perdagangan.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif