Minyak Brent Naik Dipicu Kekhawatiran Kapasitas Cadangan
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Minyak mentah Brent menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), menutup kembali sebagian kerugian dari sesi sebelumnya. Hal itu terjadi karena fokus pasar beralih ke kekhawatiran tentang kapasitas cadangan menyusul peringatan dari Badan Energi Internasional (IEA).

Mengutip Antara, Jumat, 13 Juli 2018, minyak mentah Brent untuk pengiriman September bertambah sebanyak USD1,05 menjadi menetap di USD74,45 per barel di London ICE Futures Exchange atau kembali menguat dari terendah sesi di USD72,67.

Sehari sebelumnya, patokan global, minyak mentah Brent merosot sebanyak USD5,46 atau 6,9 persen yang merupakan penurunan satu hari terbesar dalam dua tahun terakhair.

Sementara itu, minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, turun USD0,05 menjadi ditutup di USD70,33 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah kehilangan lima persen pada sesi sebelumnya.



IEA mengatakan dalam laporan bulanannya bahwa berbagai kekhawatiran pasokan, seperti sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dan ketidakpastian seputar Libya, memberikan dukungan terhadap harga minyak. Kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang gangguan pasokan dari anggota OPEC Venezuela mendorong minyak mentah lebih tinggi.

"Masalah produksi di sana hari ini adalah pengingat bahwa masalah-masalah itu sedang berlangsung," kata Mitra di Again Capital Management John Kilduff. Beberapa negara telah melihat produksi mereka jatuh dalam beberapa minggu terakhir, termasuk Venezuela, Norwegia, Kanada dan Libya.

"Meningkatnya produksi dari negara-negara Teluk Timur Tengah dan Rusia, disambut baik meskipun datang dengan mengorbankan kapasitas cadangan dunia, yang mungkin meregang menjadi terbatas," kata IEA yang berbasis di Paris dalam laporan bulanannya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id