Trump: Tidak Ada Tekanan Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Tiongkok
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP PHOTO/SAUL LOEB)
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak menghadapi tekanan untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok ketika Washington dan Beijing bertukar tembakan dalam konflik perdagangan yang terus meningkat. Meski demikian, ada harapan agar konflik perdagangan bisa dihilangkan secepat mungkin demi kepentingan bersama.

Komentar tersebut menyusul laporan yang mengatakan bahwa AS berada pada tahap awal mengusulkan putaran pembicaraan perdagangan baru dengan Tiongkok. Kedua belah pihak memiliki tujuan untuk mencapai kesepakatan dan menghentikan perang perdagangan yang mengancam menghambat pertumbuhan di dua ekonomi terbesar dunia.

"Kami tidak ada tekanan untuk membuat kesepakatan dengan Tiongkok dan mereka berada di bawah tekanan untuk membuat kesepakatan dengan kami," kata Trump dalam cuitannya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 15 September 2018. Dia juga menulis bahwa AS akan segera mengambil miliaran USD dalam tarif dan membuat produk di AS.



Saat ini, Trump sedang mempertimbangkan apakah akan mengenakan bea tambahan USD200 miliar dalam produk-produk Tiongkok atau tidak. Dia baru-baru ini mengatakan bahwa dirinya siap untuk menjalankan kebijakan pada pengenaan tarif tambahan sebesar USD267 miliar barang Tiongkok. Sedangkan Tiongkok telah mengancam akan membalas dalam bentuk serupa.

Trump "memenangkan" Gedung Putih pada 2016 silam dan sebagian janjinya adalah menindak praktik perdagangan yang kejam dan menegosiasikan kembali perjanjian untuk mengamankan pekerjaan Amerika dan meningkatkan upah. Namun tidak dipungkiri, beragam kebijakan Trump sering menuai pro dan kontra.

Sementara Partai Republik dan Demokrat sama-sama mendukung upaya Trump untuk menjalankan janjinya tersebut setelah adanya dugaan pencurian kekayaan intelektual oleh perusahaan Tiongkok dan anggota parlemen bipartisan telah menimbulkan kekhawatiran tentang perang dagang yang merusak ekonomi dan petani AS khususnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id