Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Wall Street Melonjak, Sinyal Pasar Telah Pulih

Ekonomi wall street
Nia Deviyana • 06 Februari 2020 06:58
Washington: Indeks saham di Amerika Serikat (AS) naik selama tiga hari berturut-turut, mendorong S&P 500 kembali ke level terbaik sebelum ketakutan akan virus korona. Indeks mulai bangkit setelah turun sebanyak 3,1 persen dalam beberapa hari.
 
Melansir CNBC International, Kamis, 6 Februari 2020, indeks secara luas ditutup 1,1 persen lebih tinggi pada level 3.334,69, dipimpin oleh kenaikan kuat di sektor energi, keuangan, dan perawatan kesehatan. Keuntungan itu mendorong S&P 500 ke rekor penutupan tertinggi.
 
Hal ini berhasil menghapus kerugian sebelumnya akibat ketakutan akan virus korona yang memukul indeks ke level paling rendah sepanjang masa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masih ada ketidakpastian terhadap virus korona, tetapi ini tampaknya bukan risiko terbuka seperti pekan lalu," kata Kepala Strategi Pasar di Natixis Investment Managers,Dave Lafferty.
 
Indeks
Dow Jones Industrial Average ditutup 1,7 persen atau 483,22 poin lebih tinggi ke level 29.290,85. Saham UnitedHealth dan IBM masing-masing naik lebih dari empat persen, dan memimpin Dow Jones ke level lebih tinggi.
 
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite menyusul Dow Jones dan S&P 500 ditutup 0,4 persen lebih tinggi ke level 9.508,68 setelah menguat lebih dari satu persen pada hari sebelumnya.
 
Saham Tesla turun lebih dari 17 persen, mencatat hari terburuk kedua mereka. Penurunan saham Tesla terjadi setelah analis Wall Street menyerukan untuk berhati-hati pada saham yang melonjak tinggi. Saham Tesla naik lebih dari 80 persen di awal 2020, bahkan ketika terjadi penurunan pada Rabu.
 
Wabah virus korona yang terkonfirmasi di Tiongkok hampir menyentuh 25 ribu kasus dan menewaskan 490 orang. Presiden Donald Trump mengatakan dalam pidato State of the Union pada Selasa, bahwa AS sedang bekerja sama dengan Pemerintah Tiongkok untuk mengendalikan virus tersebut.
 
"Kami pikir jumlah kasus yang dilaporkan baru akan menjadi rambu kritis," kata Niall MacLeod, ahli strategi di UBS, dalam catatannya.
 
Kepala Ekonomi Keuangan di Jefferies Ward McCarthy mengatakan saham-saham menguat sejak perdagangan Selasa karena pasar telah pulih dari aksi jual besar-besaran pada Jumat pekan lalu. Untuk minggu ini, rata-rata 30 saham diperkirakan naik lebih dari tiga persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif