USD Kembali Perkasa
Ilustrasi (AFP PHOTO/ATTA KENARE)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) kembali menguat pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor terus mencerna hasil pemilu sela kongres AS, setelah di awal terjadi aksi jual karena ekspektasi bahwa hasil pemilu akan membuat langkah-langkah stimulus fiskal lebih lanjut tidak mungkin.

Mengutip Antara, Kamis, 8 November 2018, terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, USD naik sebanyak 3,9 basis poin, terakhir di 96,031. Euro terakhir naik 24 basis poin menjadi USD1,145. Sebelumnya, mata uang tunggal naik lebih dari satu persen di atas palung tahun ini di USD1,1301, yang dicapai pada 15 Agustus.

Pasar ekuitas menguat karena investor mendorong dana-dana ke dalam aset-aset berisiko, dengan indeks Dow naik satu persen dan S&P 500 naik 0,9 persen. Pemilihan umum sela memberikan hasil sesuai yang diperkirakan, pemisahan kontrol Kongres AS, dengan Demokrat memenangkan kendali DPR dan Republik mengukuhkan mayoritas mereka di Senat.

"Ada perkiraan bahwa jika kita tidak mendapatkan Kongres yang terbagi, kita mungkin melihat sentimen risiko menjadi sedikit goyah, tetapi karena itu tidak terjadi kita memiliki langkah pengambilan risiko," kata Mazen Issa, ahli strategi valuta asing senior di TD Securities di New York.

Pengamat pasar percaya bahwa Kongres yang terbagi atau terpecah akan membuat pemotongan pajak dan deregulasi lebih lanjut tidak mungkin untuk saat ini, yang berkontribusi pada penurunan awal USD.

Greenback telah menjadi pemenang mengejutkan di pasar mata uang global tahun ini setelah Partai Republik mendorong melalui Presiden Donald Trump pemotongan pajak signifikan, dan pertumbuhan ekonomi yang kuat mendorong Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga.

Adapun fokus beralih ke the Fed, dengan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS akan merilis keputusan kebijakannya pada Kamis waktu setempat di akhir pertemuan dua hari mereka. "Saya pikir para pedagang mengompensasi posisi menjelang keputusan FOMC besok," kata Wakil Presiden Transaksi dan Perdagangan Tempus Consulting John Doyle.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tetap pada Kamis waktu setempat, tetapi bahasa dalam pernyataan kebijakan akan diawasi dengan ketat. Ketua the Fed Jerome Powell secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga pada Desember, yang akan menjadi kenaikan suku bunga keempat tahun ini, karena fundamental ekonomi AS tetap kuat.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id