Ilustrasi. FOTO: AFP/Julien MIVIELLE
Ilustrasi. FOTO: AFP/Julien MIVIELLE

Stok AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Bervariasi

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 10 Oktober 2019 08:02
New York: Harga minyak dunia diperdagangkan bervariasi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena investor mencerna kenaikan persediaan minyak Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 10 Oktober 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November merosot USD0,04 menjadi di USD52,59 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik USD0,08 menjadi di USD58,32 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Untuk pekan yang berakhir 4 Oktober, Badan Informasi Energi AS melaporkan, persediaan minyak mentah komersial AS naik sebanyak 2,9 juta barel dari minggu sebelumnya. Pada 425,6 juta barel, persediaan minyak mentah AS rata-rata lima tahun untuk tahun ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Investor juga terus mengawasi perkembangan terbaru dari ketegangan militer di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran atas produksi minyak mentah di wilayah tersebut. Turki secara resmi memulai kampanye militernya untuk melenyapkan pasukan Kurdi di Suriah utara, menargetkan beberapa daerah dan menyebabkan gelombang besar pemindahan.
 
Sementara itu, saham-saham Amerika Serikat melonjak pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan dapat terjadi karena investor meneliti risalah Federal Reserve yang baru dirilis dan adanya harapan terkait pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 181,97 poin atau 0,70 persen menjadi 26.346,01. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 26,34 poin atau 0,91 persen menjadi 2.919,40. Sementara indeks Komposit Nasdaq meningkat 79,96 poin atau 1,02 persen menjadi 7.903,74.
 
Semua dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan optimistis sepanjang sesi, dengan teknologi naik sebanyak 1,45 persen pada penutupan, melampaui sektor lainnya. Sedangkan Federal Reserve pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) merilis risalah dari pertemuan kebijakan September.
 
"Risalah FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) September memperkuat kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan tiga minggu dari sekarang," kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low, seraya menambahkan risalah menunjukkan peningkatan kekhawatiran tentang prospek ekonomi AS dan situasi internasional di antara para peserta FOMC.
 
Di data lainnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan lowongan pekerjaan AS, ukuran permintaan tenaga kerja, merosot menjadi 7,05 juta pada Agustus dari 7,17 juta pada bulan sebelumnya, menandai level terendah sejak Maret 2018.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif