Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Ketegangan Timur Tengah Reda, Bursa Saham AS Menghijau

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 10 Januari 2020 07:39
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Penguatan dapat terjadi karena suasana pasar saham terangkat setelah Presiden AS Donald Trump meremehkan serangan rudal Iran terhadap pasukan AS di Irak.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 10 Januari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 211,81 poin atau 0,74 persen menjadi 28.956,90. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 21,65 poin atau 0,67 persen menjadi 3.274,70. Indeks Komposit Nasdaq naik 74,18 poin atau 0,81 persen menjadi 9.203,43.
 
Saham raksasa teknologi utama AS, termasuk Facebook, Apple, Amazon, dan Google-parent Alphabet, ditutup lebih tinggi, memberikan kontribusi kenaikan pasar. Semua 11 sektor utama S&P 500 naik pada penutupan pasar, dengan teknologi naik 1,13 persen, mengungguli sisanya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump mengatakan bahwa tidak ada korban yang dihasilkan dari serangan rudal Iran di Irak pada Selasa waktu setempat, mengirimkan sinyal de-eskalasi sambil mengancam Teheran dengan sanksi baru. Dalam konteks ini, ada harapan agar ketegangan tidak kembali terjadi demi kepentingan bersama.
 
"Tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan semalam oleh rezim Iran. Kami tidak menderita korban," kata Trump, dalam pidato yang disiarkan televisi setelah Iran meluncurkan lebih dari selusin rudal balistik di pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan AS.
 
Presiden AS Donald Trump juga menunjukkan sikap menahan diri dalam sambutannya, dengan mengatakan bahwa Iran sepertinya mundur, yang merupakan hal yang baik untuk semua pihak yang berkepentingan. AS menyerang konvoi di Bandara Internasional Baghdad, menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani, memicu kemarahan dan ancaman balasan dari Teheran.
 
Di depan data, dalam pekan yang berakhir 4 Januari, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, muncul di angka 214 ribu atau turun sebanyak 9.000 dari tingkat revisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif