Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Emas Dunia Lanjutkan Penguatan

Ekonomi harga emas ekonomi dunia
Angga Bratadharma • 08 Januari 2020 07:53
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup lebih tinggi untuk sesi ke-10 berturut-turut pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan dapat terjadi karena kekhawatiran tentang ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong investor beralih untuk membeli logam mulia.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 8 Januari 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik USD5,5 atau 0,35 persen menjadi USD1.574,3 per ons. Emas dan aset safe haven lainnya memperpanjang keuntungan setelah pembunuhan Jenderal Iran oleh Amerika Serikat pekan lalu.
 
Adapun logam mulia lainnya, perak Maret naik sebanyak 21,4 sen atau 1,18 persen menjadi USD18,393 per ons. Sedangkan platinum April naik sebanyak USD5,4 atau 0,56 persen menjadi USD971,6 per ons.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena Wall Street menimbang risiko geopolitik yang muncul usai serangan udara yang dilakukan AS terhadap seorang Jenderal Iran pada minggu lalu.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 119,70 poin atau 0,42 persen menjadi 28.583,68. Sedangkan S&P 500 turun 9,10 poin atau 0,28 persen menjadi 3.237,18. Indeks Komposit Nasdaq turun 2,88 poin atau 0,03 persen menjadi 9.068,58.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 berubah negatif pada penutupan, dengan real estat dan konsumen turun masing-masing 1,19 persen dan 0,73 persen, memimpin penurunan. Di sisi data, Departemen Perdagangan melaporkan, pesanan pabrik AS turun 0,7 persen pada November untuk menandai penurunan ketiga dalam empat bulan.
 
Indeks non-manufaktur AS naik menjadi 55 persen pada Desember dari pembacaan November 53,9 persen, menurut Institute for Supply Management. Angka di atas 50 persen dipandang positif bagi perekonomian. Sedangkan di bawah 50 menandakan perekonomian sedang kontraksi.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif