Tiongkok Mulai Tingkatkan Hubungan dengan Rusia

Angga Bratadharma 12 September 2018 12:02 WIB
ekonomi chinationgkok
Tiongkok Mulai Tingkatkan Hubungan dengan Rusia
Ilustrasi (AFP PHOTO/WANG ZHAO)
Vladivostok: Mantan Gubernur People's Bank of China (PBOC) Zhou Xiaochuan mengungkapkan tarif Amerika Serikat (AS) untuk barang-barang Tiongkok akan mengarah pada peningkatan substansial antara Tiongkok dengan Rusia. Pasalnya, pengenaan tarif yang tinggi membuat Tiongkok mencari pasar lain termasuk mendiversifikasi hubungan perdagangan.

"Dari segi ekonomi dan sektor keuangan kami ingin memiliki hubungan normal dengan AS," kata Zhou Xiaochuan, seperti dikutip dari CNBC, Rabu, 12 September 2018, di Vladivostok, Rusia.

Namun, ia menambahkan, paket besar-besaran tarif AS atas impor Tiongkok yang dipicu oleh Presiden Donald Trump telah membuat Tiongkok melihat pasar lain terutama mendiversifikasi hubungan perdagangan dan basis bisnis. Langkah tersebut dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

"Dalam pengertian ini, hubungan Tiongkok dengan Rusia dan juga negara-negara Uni Eropa akan mengalami perbaikan substansial," katanya.

Presiden Tiongkok Xi Jinping tiba di Rusia pada Selasa guna menghadiri forum untuk pertama kalinya atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dua pemimpin adikuasa akan mengadakan pembicaraan di forum yang menandai pertemuan ketiga mereka tahun ini dan hubungan diplomatik yang semakin dekat.

Hubungan bisnis dan politik yang lebih dekat antara Tiongkok dan Rusia terjadi pada saat AS menerapkan tarif hukuman atas impor Tiongkok dan mengalami hubungan dingin dengan Moskow di tengah investigasi yang sedang berlangsung terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan AS pada 2016.

Tiongkok telah menanggapi langkah AS dengan pemberian sanksi serupa atas barang-barang AS. Mengomentari pentingnya Rusia dan hubungan bisnis dan diplomatik Tiongkok, Zhou Xiaochuan mengatakan, para negara tetangga secara historis menikmati hubungan baik.

"Tiongkok dan Rusia selalu memiliki hubungan yang baik karena kita adalah tetangga. Tiongkok sebenarnya mengimpor sejumlah besar minyak dan gas dari Rusia sehingga hubungan ekonomi ada (di sana) dan mereka sangat penting satu sama lain," pungkasnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id