USD Tertekan Usai Suku Bunga AS Dipertahankan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena para investor memilah-milah sejumlah data ekonomi dan pengumuman Federal Reserve terbaru.

Mengutip Antara, Jumat, 4 Mei 2018, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,13 persen menjadi 92,395 pada akhir perdagangan. Di sisi ekonomi, permohonan baru untuk tunjangan pengangguran AS meningkat minggu lalu lebih rendah daripada yang diperkirakan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,9998 dari USD1,005 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3575 dari USD1,3624 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7532 dari USD0,7524.

Sedangkan USD dibeli 109,21 yen Jepang, lebih rendah dari 109,68 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik ke 0,9973 franc Swiss dari 0,9953 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2853 dolar Kanada dari 1,2830 dolar Kanada.

Dalam pekan yang berakhir 28 April, angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman mencapau 211.000, meningkat 2.000 dari tingkat tidak direvisi pekan sebelumnya sebesar 209.000, kata Departemen Tenaga Kerja AS.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Kamis bahwa defisit perdagangan internasional barang dan jasa menurun menjadi USD49,0 miliar pada Maret, dari USD57,7 miliar pada Februari, karena ekspor meningkat dan impor menurun.

Bank Sentral AS pada Rabu mengumumkan untuk mempertahankan suku bunga acuannya setelah mengakhiri pertemuan kebijakan moneter dua hari, sesuai dengan ekspektasi pasar. "Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga federal fund di 1,5 hingga 1,75 persen," kata the Fed dalam sebuah pernyataan.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id